Asosiasi Asuransi Umum Indonesia bersama dengan International Finance Corporation (IFC) menyelenggarakan sharing session yang mengangkat topik tentang Asuransi Tanaman Berbasis Indeks Rabu, (8/6) secara daring. Acara yang dimoderatori oleh Fransiskus Asisi Wiyono ini juga diikuti oleh Ketua AAUI Hastanto Sri Margi Widodo, Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto, International Consultant IFC Gregoire Tombez, Shingo Kodama dari pengurus International Finance Corporation (IFC). Acara resmi dibuka oleh sambutan dari Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto. Dalam sambutannya Bern menyampaikan bahwa asuransi tanaman berbasis indeks yang telah diluncurkan dan diresmikan pada 2021 ini telah memiliki banyak manfaat bagi industri asuransi maupun industri pertanian. kegagalan panen dari petani akibat cuaca buruk tentu memberikan dampak tidak hanya kepada para petani saja namun kepada seluruh lapisan masyarakat karena akan naiknya harga komoditas. Disisi lain ia menambahkan kegagalan hasil panen ini akan berimbas kepada ketahanan pangan. Maka dari itu kami dari AAUI ingin terus mengembangkan produk asuransi pertanian bagi petani. Kami berkewajiban untuk mengeluarkan produk asuransi untuk pertanian yakni asuransi tanaman berbasis indeks. Harapannya sharing session ini peserta dapat mengenal dan memahami hal-hal lain terkait asuransi tanaman berbasis indeks ini serta bagaimana dari sisi asuransi serta bagaimana pengaplikasiannya. Pada sesi awal, HSM Widodo selaku Ketua AAUI sekaligus Narasumber pada acara sharing session ini menyampaikan beberapa poin-poin penting terkait produk asuransi tanaman berbasis indeks ini. Tak hanya itu, ia juga menjelaskan bahwasanya AAUI ingin ikut berkontribusi dalam peningkatan komoditas bahan pangan seperti contohnya tanaman kakao yang menjadi salah satu komoditas ekspor terbesar negara indonesia. Asuransi Tanaman Berbasis Indeks ini nantinya akan membantu para petani-petani dari risiko gagal panen yang diakibatkan cuaca buruk yang menyebabkan kelembaban tanah di suatu lahan pertanian menjadi tidak stabil kondisinya. Ia menambahkan, bahwa kedepannya AAUI akan terus mengembangkan produk-produk asuransi pertanian khususnya Asuransi Tanaman Berbasis Indeks ini untuk ke beberapa komoditas hasil pertanian lainnya seperti bawang merah, kelapa sawit, minyak, cengkeh atau yang lainnya. Pada sesi berikutnya, International Consultant IFC Gregoire Tombez juga menyampaikan materi tentang Soil Moisture Index untuk produk asuransi tanaman kakao yang ada di indonesia. Ia menyampaikan bagaimana spesifikasi dari Soil Moisture Index ini serta membandingkan dengan curah hujan yang terjadi di daerah Sulawesi yang mana penghasil tanaman kakao terbesar di Indonesia. Ia juga menerangkan beberapa simulasi serta korelasi antara Soil Moisture Index dengan indeks tanaman. Acara yang diselenggarakan pukul 15.00 WIB diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari perusahaan asuransi umum & reasuransi yang merupakan anggota AAUI.
Tingkatkan Literasi Asuransi Kepada Mahasiswa, AAUI Bekerjasama Dengan Universitas Jambi Gelar Kuliah Umum Tentang Industri Asuransi
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Cabang Jambi menggelar kuliah umum bersama Universitas Jambi pada Selasa, 7 Juni 2022 di Ruang Rapat Senat Universitas Jambi, Mendalo, Jambi. Acara ini resmi dibuka oleh Rektor Universitas Jambi Prof Drs H Sutrisno M.Sc., Ph.d. dengan penyampaian pantun sebagai khas adat melayu jambi. Dalam kesempatan ini, Bern Dwyanto Direktur Eksekutif AAUI Pusat bersama dengan Diah Kusumawati Selaku Manajer Bidang Penelitian,Pengembangan, dan Hubungan Antar Lembaga hadir dan berpartisipasi dalam acara kuliah umum yang diselenggarakan oleh Universitas Jambi yang mengangkat tema tentang perkembangan industri asuransi umum serta manfaat dan pengendalian risikonya. Dalam sambutannya Bern menyampaikan Pandemi yang melanda Indonesia ini memang membuat industri asuransi terkontraksi oleh keadaan. Namun, setelah menjalani lebih dari setahun, industri asuransi umum mulai bangkit dan beradaptasi dengan kondisi ini yang akhirnya sekarang sudah mulai tumbuh. Ia menambahkan ini artinya bisnis asuransi umum masih menarik dan terlihat masih bertumbuh walaupun di masa sulit. Menurutnya banyak sekali produk asuransi yang sudah dijual oleh industri asuransi namun untuk minat pembeli masih tergolong terlalu sedikit. “Ini menjadi tugas kita untuk mengenalkan seberapa pentingnya asuransi bagi masyarakat,” katanya. Selain itu, Ketua AAUI Cabang Jambi Silvansris menyampaikan kegiatan kuliah umum yang bekerjasama dengan Universitas Jambi ini merupakan salah satu upaya dari industri asuransi umum untuk menambah wawasan serta ilmu tentang keterkaitan mata kuliah manajemen risiko dengan asuransi. Kerjasama ini juga diharapkan mampu menyaring generasi muda khususnya mahasiswa untuk terjun di industri asuransi umum. “Kami harap, adik-adik mahasiswa ini akan paham dengan dunia asuransi serta jenis-jenisnya. Nantinya adik-adik ini bisa mendapatkan kesempatan magang ataupun kerja di perusahaan asuransi yang ada di Jambi,” jelasnya. Pada acara Kuliah Umum ini, AAUI Cabang Jambi dan Universitas Jambi juga melakukan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) antara AAUI Cabang Jambi bersama Universitas Jambi tentang penyelenggaraan kerjasama yang telah dilakukan.
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, AAUI Berpartisipasi Dalam Penanamanan 2000 Bibit Mangrove Dalam Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti
Bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Minggu, 5 Juni 2022. Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) turut berpartisipasi dalam acara Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk penanaman bibit mangrove di Kawasan Ekowisata Hutan Mangrove di daerah Kapuk Muara, Kec. Penjaringan Kota Jakarta Utara. Pengabdian Kepada Masyarakat ini merupakan program berkelanjutan dari Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti yang secara konsisten sudah terselenggara selama 4 tahun. Turut hadir dalam acara ini Bimo Prakoso, Ketua Umum Badan Pengurus Yayasan Trisakti , Antonius Anton Lie Ketua STMA Trisakti , Arie Fajar Septa Perwakilan Dinas Pertamanan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Noviyanto Kepala Bagian Umun LL DIKTI Wilayah 3, M Ridwan Perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, serta perusahaan asuransi dan reasuransi sebagai sponsor yang mendukung terselenggaranya acara penanaman bibit mangrove ini sebanyak 2.250 Pohon Mangrove. Tema yang diangkat dalam acara ini adalah World Environment Day, Mangrove For Better Life “Implementasi Program Keuangan Berkelanjutan Dalam Upaya Mitigasi Risiko Bencana Perubahan Iklim Melalui Perluasan Hutan Mangrove”. Tema yang di ambil ini sangat tepat bagi industri perasuransian yang mana memitigasi risiko ini merupakan salah satu bentuk semangat dan pengenalan manajamen risiko bagi SDM perasuransian maupun mahasiswa STMA Trisakti. Ketua Pelaksana Kegiatan PKM Professor Rukaesih A Maolani menyampaikan dalam sambutannya, bahwa acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk menanggapi isu-isu pemanasan global dan perubahan iklim yang telah terjadi dan dampaknya telah kita rasakan. Seperti halnya kenaikan suhu bumi dan makin banyaknya wabah penyakit yang disebabkan oleh bencana alam seperti banjir, kenaikan luapan air laut (ROB), atau yang lainnya. Untuk itu program ini akan terus secara konsisten dilaksanakan untuk memitigasi risiko perubahan iklim serta untuk mengurangi konsentrasi dari gas rumah kaca (GRK) yang mana dapat diserap dan digantikan oleh oksigen dari Tanaman Mangrove ini nantinya. Acara ini ditutup dengan penanaman secara bersama di lahan mangrove oleh seluruh perwakilan industri asuransi bersama dengan akademisi dari STMA Trisakti yakni dosen beserta mahasiswa.
Tingkatkan Pelayanan Contact Center Lewat Digitalisasi, AAUI Bersama Visionet Data Internasional Gelar Webinar Untuk Dalami Peran Multifungsi Contact Center
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia berkolaborasi bersama Visionet Data Internasional menyelenggarakan webinar dengan tema “Peran Contact Center Dalam Menjaring Nasabah Baru” Selasa, (31/5). Webinar yang berlangsung pukul 09.30 WIB ini dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta dari perusahaan asuransi umum dan reasuransi yang merupakan anggota AAUI. Acara yang dipandu oleh Ezer Permanawati selaku Kepala Departemen Pemasaran dan Pengembangan Produk AAUI ini mengundang narasumber dari Visionet Data Internasional Wisnu Herwibowo selaku Ketua Departemen Contact Center Visionet Data Internasional. Acara resmi dibuka oleh sambutan dari Bern Dwyanto Direktur Eksekutif AAUI. Dalam sambutannya ia mengatakan di masa pandemi ini pelayanan online seperti contact center ini merupakan garda terdepan bagi perusahaan dalam melayani nasabah. Ia menambahkan ada beberapa fungsi contact center yang dapat dielaborasi yang mana fungsinya tidak hanya menangani keluhan-keluhan pelanggan saja nantinya. Menurutnya digitalisasi adalah salah satu kunci perusahaan asuransi dapat bertahan dari dampak pandemi yang sudah melanda kita selama 2 tahun lebih. Bahkan Industri Asuransi hingga kini terus melakukan penetrasi untuk terus bertahan menjalankan proses dengan melakukan implementasi teknologi dalam sistem operasi. Harapannya Webinar yang diselenggarakan AAUI ini dapat membangun relasi serta mendalami kembali peran serta multifungsi contact center dalam perusahaan dalam menjaring calon nasabah di industri asuransi. Saat pemaparan berlangsung Wisnu Herwibowo menjelaskan beberapa materi tentang bagaimana mengoptimalisasi contact center dalam strategi digital engagement. Ia menambahkan bahwa di era digitalisasi ini peran contact center banyak sekali yang sudah menggunakan teknologi ticketing system omnichannel yang mana omnichannel contact center ini memberikan pengalaman yang mudah kepada pelanggan dengan terintegrasinya seluruh interaksi channel yang disediakan. Tak hanya itu saja, tim dari Visionet Data Internasional juga memberikan demonstrasi penggunaan omnichannel kepada peserta agar dapat langsung berinteraksi serta memahami bagaimana operasional omnichannel yang dipersembahkan oleh Visionet Data Internasional ini sendiri.
Gelar Workshop Online, AAUI Kenalkan Pemahaman Aspek-Aspek Aktuaria Kepada Non-Aktuaria
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Menyelenggarakan Webinar dengan Judul “Actuarial For Non-Actuaries Understanding New Core Value In General Insurance Industry” pada Sabtu, 28 Mei 2022. Workshop ini diselenggarakan dengan tujuan agar karyawan industri khususnya industri asuransi umum yang memiliki latar belakang non aktuaria dapat memahami aspek-aspek aktuaria. Sehingga nantinya akan menjadi bekal sebagai tenaga profesional industri asuransi dalam menjalankan tugasnya di perusahaan masing-masing. Acara yang berlangsung pukul 09.00 WIB ini menghadirkan satu narasumber yakni Ronald Sajuti AAIK,FSAI, QCRO Kepala Divisi Aktuaria Indonesia Finance Group (IFG) yang juga menjabat selaku Praktisi sekaligus Ketua Departemen Aktuaria AAUI. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 40 peserta dari anggota AAUI, masyarakat umum dan juga dari akademisi yakni mahasiswa. Saat sesi pemaparan, Ronald Sajuti menjelaskan beberapa aspek-aspek aktuaria seperti tugas dan tanggungjawab, Aspek Aktuaria pada Teknik Asuransi, Aspek Aktuaria pada bidang keuangan dan pelaporan serta aspek bidang lainnya. Tak hanya itu saja, Ronald juga memberikan contoh implementasi bagaimana aktuaria dalam menangani masalah keuangan, pelaporan, klaim, maupun aspek-aspek lainnya. Ia juga secara interaktif membuka diskusi tanya jawab kepada peserta agar peserta webinar yang non aktuaris dapat memahami secara komprehensif bagaimana aspek-aspek aktuaria dalam implementasi di bidang lainnya.
Gelar Webinar Bersama AFPI & OJK, AAUI Kenalkan Bisnis Asuransi Kredit Sebagai Antisipasi Resiko Fintech P2P Lending
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyelenggarakan Webinar dengan tema “Asuransi Kredit untuk Pinjaman Fintech Peer to Peer Lending : Peluang atau Ancaman?” pada Jumat, 27 Mei 2022. Acara yang berlangsung pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh kurang lebih 180 peserta dari Anggota AAUI, Akademisi, maupun umum. Webinar yang dimoderatori oleh Indra Firmansyah ini juga berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan juga Otoritas Jasa Keuangan Indonesia (OJK). Acara resmi dibuka oleh sambutan dari Bern Dwyanto selaku Direktur Eksekutif AAUI. Dalam sambutannya Bern menyampaikan Peer to Peer lending adalah salah satu bentuk financial yang telah berkembang sangat pesat khususnya di masa pandemi ini. Industri Fintech telah tumbuh pesat melampaui rata-rata industri jasa keuangan dan hal ini tentunya membuktikan bahwa finctech telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Bern juga menambahkan bahwa saat ini banyak juga perusahaan asuransi yang telah menjadi rekanan bisnis dari Fintech sebagai mitigasi resiko segala pinjam di platform Peer To Peer (P2P) lending ini. Ia berharap bahwa webinar ini nantinya akan mampu memberikan wawasan serta memperkenalkan kepada peserta tentang bagaimana karakteristik bisnis P2PL, bagaimana regulasinya serta bagaimana asuransi mengantisipasi resiko pinjaman dari P2PL. Saat acara berlangsung, Munawar Kasan selaku Deputi Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengembangan Fintech Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan beberapa materi terkait bagaimana karakteristik serta proses bisnis dari Fintech Peer to Peer (P2P) Lending ini. Ia menjelaskan bahwa proses bisnis bank dan peer to peer lending ini memiliki perbedaan dalam pengelolaan dana pinjaman dari pemberi pinjaman (Lender) kepada peminjam (Borrower). Selain itu, Kuseryansyah selaku Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) juga menambahkan bagaimana peran Fintech Pendanaan Bersama terhadap perekonomian nasional. Ia menerangkan bahwa masih banyak beberapa UMKM Indonesia yang masih kesulitan untuk mendapatkan akses kredit. Bahkan, kehadiran dari Fintech ini telah banyak mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta meningkatkan juga pendapatan institusi ekonomi Indonesia. Sementara itu, Adhika Narbuditya Pengurus Departemen Asuransi Kredit AAUI juga menjelaskan bagaimana hubungan jasa industri asuransi kredit dengan Peer to peer lending. Dalam paparannya, ia juga menjelaskan bahwa asuransi kredit merupakan asuransi yang menduduki peringkat 3 di tahun 2021. Ia menambahkan ada 2 kriteria risiko yang dapat dialami oleh pinjaman peer to peer lending yakni risiko rendah dan tinggi.Asuransi kredit ini berperan untuk memitigasi resiko ketika terjadi pinjaman macet dari lender kepada Borrower atau Fintech Peer to peer lending ini. Pada akhir pemaparan ketiga narasumber juga menyajikan sesi diskusi bersama peserta dari pertanyaan-pertanyaan yang telah disampaikan oleh peserta webinar.
Halalbihalal Industri Perasuransian, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Satukan Visi Untuk Indonesia Bangkit dari Pandemi Covid-19
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menghadiri acara Halalbihalal Industri Perasuransian 2022 pada Jumat, (20/5) di Grand Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan. Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Asuransi Indonesia (DAI) ini dihadiri seluruh asosiasi industri perasuransian yakni AAUI, AAJI, APPARINDO, AASI, APARI, AAJSI, APKAI, PAMJAKI, IIS, ISEA, Kupasi serta wakil- wakil dari Perusahaan asuransi di Indonesia. Dewan Pengawas AAUI Bapak Dadang Sukresna dan Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto turut hadir mewakili AAUI dalam acara Halal Bihalal tersebut yang berlangsung mulai pukul 15.30 WIB sampai dengan selesai. Halalbihalal industri asuransi tahun ini mengangkat tema “Membangun Kesalehan Finansial” yang mana Industri Asuransi ingin menyatukan visi dan misi yang bertepatan penyelenggaraaanya dengan Hari Kebangkitan Nasional yang dimaksudkan untuk membuat Indonesia Bangkit dari dampak Pandemi Covid-19 khususnya pada Industri Asuransi. Selain itu, acara ini juga diisi tausiyah oleh oleh Bapak DR. KH. Mohamad Hidayat, MH, MBA. Turut hadir dalam acara ini Bapak Moh. Ichsanuddin selaku Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non-Bank 2A, Bapak Supriyono Direktur Pengawasan Asuransi dan Bapak Ahmad Nasrulloh Kepala Departemen Pengawasan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) 2A. Acara ini ditutup oleh ucapan selamat lebaran secara bergantian dari perusahaan-perusahaan asuransi kepada seluruh pengurus asosiasi yang hadir dalam acara ini.
Tingkatkan Awareness SDM Asuransi Untuk Lebih Resilience dan Mindful, AAUI bersama Vanaya Indonesia gelar Sharing Session dengan tema “The Neuroscience of Emotional Resilience
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyelenggarakan Halal Bihalal dan HR Sharing Session yang berjudul “The Neuroscience of Emotional Resilience” pada Selasa, 17 Mei 2022. Diselenggarakan di Pusat Pengembangan SDM Industri Asuransi Umum dan Kantor AAUI yang berada di Gedung Permata Kuningan Jakarta, acara yang diselenggarakan AAUI yang berkolaborasi dengan Vanaya Indonesia ini diadakan secara hybrid dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama acara berlangsung. Turut hadir dalam acara ini Ibu Nastiti Evia Lutfi selaku Wakil Ketua AAUI Bidang SDM & Literasi Asuransi beserta dengan pengurus dari departemen SDM dan Pendidikan Asuransi maupun dari Departemen Literasi dan Inklusi Asuransi. Acara ini juga turut dihadiri oleh lebih dari 60 peserta yang merupakan anggota AAUI dari Perusahaan Asuransi Umum maupun Perusahaan Reasuransi. Saat acara berlangsung, Ibu Lyra Puspa Founder Vanaya Indonesia selaku narasumber pada acara sharing session ini menyampaikan beberapa materi tentang resiliensi yang merupakan salah satu upaya pengoptimalan fungsi otak. Neuroscience of emotional resilience ini membahas lebih dalam bagaimana otak kita dalam merespon kondisi dimana seseorang mengalami kondisi yang stressful dan serba tidak pasti dalam menghadapi permasalahan. Ibu Raysisca Elvide selaku moderator pada acara ini menyimpulkan bahwa mengatur otak merupakan fungsi utama untuk memanajemen mindset seseorang. Ia menyimpulkan ada 3 ciri orang yang telah memiliki emotional resilience, diantaranya adalah selalu berfikir positif, selalu berfikir bahwa bisa mengerjakan segala sesuatu permasalahan, dan selalu adaptif. Ia menambahkan juga bahwa emotional resilience ini dapat memberikan dampak kepada seorang leader atau pemimpin kepada timnya. Selain itu, dalam acara ini juga dilakukan Demo Brain Scan yang dilakukan oleh Tim Vanaya Neurolab. Demo Brain Scan ini diikuti oleh 2 relawan dari peserta sharing session ini yang bersedia untuk melakukan brain scan untuk melihat tingkat stress dan fungsi otak dari alat yang dipersembahkan oleh Vanaya Indonesia.
Tingkatkan Produktivitas SDM Industri Asuransi Umum, AAUI Gelar Technical Meeting untuk The 6TH AAUI Young Manager Award 2022
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menggelar technical meeting untuk acara the 6TH AAUI Young Manager Award (AYMA) 2022, Kamis (28/4) secara daring melalui zoom meeting. Penyelenggaraan Technical Meeting ini bertujuan untuk menjelaskan kepada para peserta tahapan dalam mengikuti proses seleksi dan prosedur penilaian untuk melaju sampai dengan grand final acara AYMA 2022. Ajang ini terbuka untuk seluruh manajer yang memenuhi kriteria yang telah dikirimkan oleh perusahaan asuransi Umum & reasuransi anggota AAUI untuk mengikuti seleksi dan berkompetisi untuk menjadi The Best AAUI Young Manager Award 2022. Technical Meeting ini dibuka oleh sambutan Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto. Dalam sambutannya Bern menyampaikan bahwa AYMA ini merupakan program inisiatif dari bidang SDM AAUI untuk meningkatkan produktivitas SDM industri asuransi khususnya untuk manajer muda di perusahaan asuransi umum dan reasuransi. Program yang telah diselenggarakan keenam kalinya ini adalah jawaban dari permintaan dari SDM Industri asuransi umum agar terus mencetak pemimpin yang berprestasi dan berkontribusi demi kemajuan Industri Asuransi Umum Sendiri. AYMA ini juga adalah bentuk apresiasi dari AAUI untuk mendorong dan mengangkat pemimpin muda di perusahaan asuransi agar dapat memotivasi serta menyiapkan calon pemimpin-pemimpin muda di tanah air. Bern juga mengharapkan dengan diselenggarakannya AYMA ini perusahaan asuransi dapat fokus dalam pembinaan karyawan khususnya generasi muda agar mampu bersaing dalam ajang kompetisi SDM sejenis ditingkat nasional maupun internasional seperti pada ajang The YOUNG ASEAN INSURANCE MANAGER AWARD 2022 (YAMA) yang rencananya akan diselenggarakan di Thailand pada bulan November tahun ini. Acara ini di hadiri sebanyak 47 orang yang merupakan perwakilan dari SDM Perusahaan Asuransi serta 20 Peserta dari AYMA 2022. Saat acara berlangsung, Ibu Yulianti Roza salah satu Juri Pertanyaan tertulis dari The English Executive Consultant menjelaskan dan memaparkan bagaimana nantinya prosedur-prosedur yang harus dilalui oleh para manajer muda peserta AYMA ini dalam menjawab pertanyaan yang menjadi salah satu syarat untuk menuju tahap grand final acara AYMA dan YAMA 2022. Ia menjelaskan poin-poin penting yang perlu diangkat dalam menjawab pertanyaan yang diajukan secara tertulis yang telah disediakan oleh AAUI.
Gelar Virtual HR Sharing Session, AAUI Update Isu Terkini Terkait SDM Asuransi.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menggelar Virtual HR Sharing Session dengan tema “Digital Management & Leadership Menghadapi Era Post Covid Bagi Tim SDM Asuransi Umum” pada Kamis, (21/4). Acara yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini menghadirkan narasumber dari M-Know Consulting Bapak Bunaiya. Acara ini resmi dibuka oleh sambutan dari Wakil Ketua AAUI Bidang SDM & Literasi Asuransi Ibu Nastiti Evia Lutfi. Dalam sambutannya Evia menjelaskan bahwa diadakannya sharing session ini adalah kelanjutan dari sharing session sebelumnya yang sudah terselenggara selama 2 tahun terakhir. Sharing session ini diharapkan akan menambah pengetahuan tentang isu-isu terkini yang berkaitan dengan bidang SDM khususnya industri asuransi. Tak hanya itu saja, pada kesempatan ini Evia juga memperkenalkan beberapa pengurus bidang sdm dan literasi inklusi asuransi yang ada di AAUI. Saat acara berlangsung, Bunaiya atau akrab disapa Ibun ini menjelaskan bahwa seiring berkembangnya teknologi ini, banyak sekali pengembangan untuk tenaga SDM yang saat ini merambah ke arah digital. Ia menjelaskan, transformasi ke arah digital ini telah merubah banyak sekali sistem untuk mengefisiensi tenaga SDM. Seperti contohnya yang telah terjadi di era sekarang yakni berkurangnya tenaga SDM untuk admin perbankan atau petugas loket tol yang keberadaannya saat ini telah banyak digantikan oleh sistem digita atau robot. Ia juga menjelaskan bahwa terdapat 4 level perusahaan yang dapat dikategorikan telah beralih ke sistem digital. 4 level itu yakni Yakni Exploring Digital, Doing Digital, Becoming Digital dan Being digital. Ia menambahkan nantinya akan ada 4 fokus pada HR Tech atau teknologi tenaga SDM yakni System Of Record, System Of Talent, System of Engagement, dan System of Work. Selain itu, Bunaiya juga memaparkan materi tentang beberapa perbedaan leadership di era sebelum pandemi dan sekarang (Era Digital). Menurutnya ada beberapa poin penting saat ini yang perlu dieksekusi oleh seorang leader di era digital ini. Pada akhir pemaparan, Bunaiya juga membuka sesi tanya jawab secara interaktif kepada peserta. Sesi tanya jawab ini mendapat antusias yang cukup bagus oleh peserta bahkan dari pengurus SDM AAUI sendiri yakni Ibu Tri Rahayu Andayani yang menjabat sebagai Ketua Departemen SDM & Pendidikan Asuransi AAUI.