Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menggelar Webinar yang berkolaborasi dengan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) pada Selasa, 6 September 2022. Turut hadir dalam acara ini Ketua AAUI Hastanto Sri Margi Widodo, Ketua LAPS SJK Himawan E Subiantoro, serta dihadiri oleh 211 Peserta dari Perusahaan asuransi maupun reasuransi industri asuransi umum. Acara resmi dibuka oleh sambutan Hastanto SM Widodo. Dalam sambutannya Widodo menyampaikan bahwa LAPS SJK ini digunakan untuk menyelesaikan sengketa masalah ataupun konflik di sektor jasa keuangan. Tujuan LAPS SJK ini untuk memberikan resolusi dalam penyelesaian konflik dengan biaya yang ringan serta waktu yang cepat dibandingkan harus melalui jalur hukum atau pengadilan. Acara yang dipandu oleh Geraldo Hilarius dari Departemen Perlindungan Konsumen AAUI ini berlangsung selama dua jam dengan Narasumber Himawan E Subiantoro Ketua LAPS SJK. Pada Webinar ini Himawan menjelaskan Mekanisme Proses Penanganan Sengketa di LAPS SJK, Update Data Penyelesaian Sengketa dan Survey Kepuasan Mediasi di LAPS SJK. Selain itu pada acara ini, Himawan juga secara interaktif melakukan sesi tanya jawab kepada peserta webinar menjelaskan prosedur serta layanan yang disediakan oleh LAPS SJK.
Tingkatkan Kualitas Pelaporan Keuangan Industri Asuransi, AAUI Gelar Pelatihan Lanjutan Untuk Persiapan Implementasi IFRS 17 & PSAK 74
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyelenggarakan Pelatihan Lanjutan tentang Implementasi IFRS17 – PSAK74 Tentang Kontrak Asuransi (Tahap Design & Methodology) secara online yang dimulai pada tanggal 23 – 26 Agustus 2022. Turut hadir dalam acara ini, Hastanto Sri Margi Widodo, Ketua AAUI, Jenry Cardo Manurung Wakil Ketua AAUI Bidang Keuangan, Nurul Hayati Ketua Departemen Akutansi AAUI, serta beberapa perwakilan dari Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peserta dari perusahaan asuransi maupun reasuransi industri asuransi umum. Acara dibuka secara resmi oleh sambutan dari Bapak Ogi Prastomiyono selaku Anggota Dewan Komisioner OJK yang menjabat sebagai Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non-Bank OJK. Dalam sambutannya, Ogi menyampaikan sektor industri asuransi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari jejaring perekonomian global, sebagai upaya manajemen resiko pelaku industri asuransi saling bekerjasama dengan perusahaan reasuransi internasional. Fokus utama OJK saat ini adalah mendorong laporan keuangan pelaku industri asuransi di Indonesia akan setara dengan pelaporan secara umum seperti di dunia Internasional Financial Reporting Standard (IFRS). Ogi menyampaikan apresiasi atas upaya dan kerja keras yang telah dilakukan sejak 2018 untuk mengembangkan PSAK74 sebagai langkah nyata mendukung penerapan IFRS17 di Indonesia. OJK berharap nantinya kualitas pelaporan keuangan yang dihasilkan oleh industri asuransi nasional agar semakin meningkat. Salah satu contohnya adalah pemisahan yang jelas antara pendapatan asuransi dan juga pendapatan investasi dalam PSAK74. Ogi menyampaikan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan AAUI dalam memfasilitasi pelatihan IFRS17 – PSAK74 ini demi meningkatkan pemahaman pelaporan keuangan industri asuransi yang semakin baik kedepannya. Pelatihan ini membahas 4 materi penting yakni tentang: (i) Pembahasan & Penyusunan Technical Position Paper; (ii) Penyusunan Chart of Account (COA); (iii) Pembuatan Jurnal Standar; dan (iv) Penyajian Laporan Keuangan dan pengungkapannya yang relevan (Presentation and Disclosure).Dr. Ludovicus Sensi W, CPA, CA selaku narasumber pada pelatihan juga menyampaikan bahwa pelatihan ini terbuka secara interaktif, artinya peserta dapat sharing permasalahan yang terjadi di perusahaan peserta terhadap pelaporan keuangan yang dikaitkan dengan implementasi IFRS17 – PSAK74. Acara yang diikuti oleh 182 Peserta termasuk dengan Pengurus AAUI dan OJK ini peyelenggaraanya juga didukung oleh PT Reasuransi Nasional Indonesia dan juga PT Reasuransi Maipark Indonesia.
Bahas Isu Tentang Risiko Dampak Perubahan Iklim AAUI Gelar Webinar Reinsurance Market Update dengan Tema “Climate Change – How it Affects to Global Re/Insurance Industry”
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyelenggarakan Webinar dengan Judul Reinsurance Market Update: Climate Change – How it Affects to Global Re/Insurance Industry pada Kamis, 18 Agustus 2022 melalui media zoom meeting. Acara yang berlangsung pukul 09.30 WIB turut dihadiri oleh Adi Pramana Wakil Ketua AAUI Bidang Teknik 4, Delil Khairat Dari PT Reasuransi Indonesia Utama, Arshwin Shanmuganathan dari Gallagher Re, Kishor Dore dari Swiss Re, Hengki Eko dari Maipark dan juga pengurus Departemen Reasuransi AAUI. Acara ini juga turut dihadiri oleh peserta dari Perusahaan Asuransi & Reasuransi Anggota AAUI sebanyak 100 peserta. Acara dibuka oleh Pak Adi Pramana,yang kemudian dilanjutkan oleh Andriansyah selaku moderator pada acara ini menjelaskan kepada peserta bahwa webinar ini terbagi dalam 2 sesi. Sesi pertama pemaparan tentang Analisis risiko perubahan iklim, yang diisi oleh Hengko Eko yang mengulas dampak perubahan iklim dan proyeksinya di Indonesia berdasarkan hasil riset MAIPARK. Sementara itu, Khisor Dore memaparkan proyeksi risiko banjir dikaitkan dengan perubahan iklim.. Pada sesi 2 pemaparan tentang persiapan menghadapi renewal treaty tahun depan dikaitkan dengan risiko perubahan iklim , Arswhin Shanmuganathan mengulas tentang Kapasitas Reasuransi dan ekspektasi atas renewal treaty tahun depan. Delil Khairat menambahkan materi tentang apa saja dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim yang terjadi serta resiko-resiko bencana alam yang akan terjadi kedepan yang akan berpengaruh terhadap kondisi ekonomi, serta ekspektasi atas renewal treaty tahun depan yang berfokus pada struktur treaty dan koreksi atas pricing. Pada sesi akhir, webinar ini diisi dengan sesi tanya jawab antara peserta webinar dan narasumber lalu dilanjutkan dengan foto bersama kepada seluruh Panelist untuk menutup acara Webinar Reinsurance Market Update ini.
Kenalkan Pemahaman Business Interruption dan Cara Perhitungannya, AAUI Ingin Tingkatkan Wawasan SDM Perasuransian Lewat Training
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Menggelar Training dengan Judul Pengenalan Business Interruption (BI) dan Perhitungan Kerugiannya, Rabu 10 Agustus 2022. Training yang gelar di Pusat Pengembangan SDM Asuransi, Gedung Permata Kuningan Jakarta ini dihadiri oleh 85 peserta dari Perusahaan Asuransi dan Reasuransi Anggota AAUI. Turut hadir dalam acara ini Bern Dwyanto selaku Direktur Eksekutif AAUI, Hendry Tamrin Kepala Departemen Property AAUI, serta Suwadji Warsito Direktur Utama PT General Adjuster Indonesia. Training yang berlangsung pukul 09:00 WIB ini, dibuka oleh sambutan dari Bern Dwyanto. Dalam sambutannya Bern menyampaikan Training yang diadakan oleh AAUI ini bertujuan untuk menambah wawasan tentang literasi asuransi serta pengenalan terhadap produk asuransi business interruption yang cukup populer khususnya di industri asuransi dunia. Ia berharap, training ini mampu memberikan pemahaman yang lebih baik lagi bagi SDM perasuransian dalam menghadapi Business Interruption ini dan cara perhitungannya. Saat acara berlangsung Hendry Tamrin memaparkan materi tentang Property All Risk (PAR) Policy. Ia menjelaskan beberapa jaminan Polis PAR ini mulai dari persyaratan umum hingga pengecualian umumnya yang terjadi di Industri Asuransi umum khususnya. Sementara itu, Suwadji Warsito dari PT General Adjuster Indonesia menyampaikan materi tentang pengenalan tentang produk asuransi Business Interruption. Tak hanya itu, Suwadji juga menjelaskan tentang penghitungan kerugian akibat Business Interruption ini selama training berlangsung. Acara ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta training dengan narasumber terkait materi yang telah disampaikan pada training ini.
AAUI Gelar Grand Final The 6th AAUI Young Manager Awards 2022 Untuk Menyaring SDM Muda Berprestasi di Industri Asuransi Umum
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyelenggarakan Grand Final The 6th AAUI Young Manager Awards 2022 secara hybrid, Selasa 2 Agustus 2022 di Pusat Pengembangan SDM Asuransi, Gedung Permata Kuningan, Jakarta. Acara yang sudah berlangsung keenam kalinya ini diikuti sebanyak 18 peserta dari Perusahaan Asuransi dan Reasuransi anggota AAUI. Setelah melewati beberapa proses seleksi, acara Grand Final ini hanya 10 peserta yang telah dinyatakan lolos pada tahap interview awal yang dilaksanakan 28-29 Juni 2022 lalu. Acara yang juga disiarkan langsung melalui Youtube Asosiasi Asuransi Umum Indonesia ini menghadirkan 6 Juri yang melakukan penilaian secara online melalui zoom meeting. 6 Juri tersebut diantaranya adalah Hastanto Sri Margi Widodo selaku Ketua AAUI, Himawan E Subiantoro selaku Ketua Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK), Dadang Sukresna selaku Insurance Executive Senior, Carolyn Baytion Sunaryo selaku Direktur Eksekutif ASEAN Insurance Council, Anton Lie selaku Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti, dan Shalini Pavithran CEO The Malaysian Insurance Institute (MII). Acara Grand Final ini dibagi dalam 2 sesi penilaian yang berbeda. Pada sesi awal, 10 peserta AYMA ini bersaing untuk dapat melaju sebagai Top 6, kemudian pada sesi kedua TOP 6 ini akan saling berkompetisi lagi merebutkan posisi juara The 6th AAUI Young Manager Awards 2022 ini. Dalam kesempatan ini, Mahardityo Indradi dari Mandiri Axa General Insurance Indonesia berhasil keluar sebagai juara pertama The 6th AAUI Young Manager Awards 2022 setelah mendapatkan nilai tertinggi dari 5 peserta lainnya. Sementara itu, posisi kedua dimenangkan oleh Aries Kariadi dari PT Reasuransi Indonesia Utama, posisi ketiga Rita Anggraini Marzuki dari PT Asuransi Dayin Mitra Tbk, Posisi keempat Anastasia Shintia C dari PT Asuransi MSIG Indonesia, posisi kelima Adindha Karina Dewi dari PT Jasaraharja Putera, dan posisi keenam pada Wahyudin Rahman dari PT Asuransi Asei Indonesia. Selain itu, dalam kesempatan ini juga Aries Kariadi berhasil memenangkan Essay terbaik dari seluruh peserta The 6th AAUI Young Manager Awards 2022.
Pahami Perkembangan Isu Agen Asuransi, AAUI Ingin Tingkatkan Kompetensi Agen Asuransi Umum melalui Gathering Koordinator Agen Asuransi Umum.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Menggelar Gathering Koordinator Agen Asuransi Umum pada Kamis, 28 Juli 2022. Acara yang diselenggarakan di Pusat Pengembangan SDM Asuransi, Gedung Permata Kuningan Lantai 2 ini dihadiri oleh lebih dari 50 Peserta dari perusahaan Asuransi Umum Anggota AAUI. Acara ini dibuka oleh sambutan Bapak Bambang Soekarno yang menjabat selaku Wakil Ketua AAUI Bidang Keagenan. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa gathering yang diselenggarakan ini merupakan forum diskusi yang disediakan oleh AAUI kepada anggota untuk membahas isu-isu terkini mengenai keagenan atau tenaga pemasar dari asuransi umum. Tak hanya itu Bambang juga menambahkan bahwa diadakannya Gathering Koordinator Agen Asuransi Umum ini bertujuan untuk mempererat hubungan antar koordinator agen asuransi umum agar selalu mencetak tenaga pemasar asuransi yang kompeten dan berlisensi untuk menjual produk-produk asuransi umum ke masyarakat. Pada acara ini juga turut hadir, Bern Dwyanto Direktur Eksekutif AAUI, Ketua Departemen Sertifikasi Keagenan AAUI Annastasia Herawati dan juga CEO dari PT Infovesta Utama Elbert A. Suryajaya, Diah Kusumawati Manager Penelitian, Pengembangan & Hubungan Antar Lembaga yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) AAUI. Saat acara berlangsung, Annastasia Herawati memaparkan materi tentang program kerja Bidang Keagenan AAUI 2022. Tak hanya itu, Annastasia juga menyampaikan perkembangan-perkembangan yang ada di program kerja bidang keagenan seperti halnya pengalihan ujian keagenan dari AAUI ke LSP AAUI, dan ada penambahan untuk ujian tenaga pemasar PAYDI Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab antar peserta gathering dengan Annastasia Herawati, Edbert A. Suryajaya dan juga Diah Kusumawati tentang materi yang telah disampaikan pada acara gathering koordinator agen asuransi umum ini.
Gelar Training Surety Bond, AAUI Tingkatkan Kualitas SDM Perasuransian Tentang Produk Surety Bond
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Menyelenggarakan Training Surety Pada Kamis, 21 Juli 2022. Bertempat di Pusat Pengembangan SDM Asuransi, Gedung Permata Kuningan Jakarta, Training ini dilaksanakan secara tatap muka langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama acara. Acara yang diselenggarakan ini bertujuan pokok untuk meningkatkan kualitas SDM Perasuransian dan persamaan pemahaman terkait produk surety bond di industri asuransi umum. Selain itu acara ini juga merupakan wadah komunikasi dan diskusi antar pelaku perasuransian. Acara yang berlangsung pukul 09:00 WIB ini, dihadiri oleh 50 Peserta yang terdiri dari Perusahaan Asuransi & Reasuransi Anggota AAUI, Broker, maupun peserta umum. Acara ini dipandu oleh Gina Savitri yang menghadirkan narasumber Bapak Adhika Narbuditya selaku praktisi asuransi kredit yang juga menjabat sebagai pengurus departemen kredit AAUI. Saat acara berlangsung, Dhika sapaan akrabnya, memaparkan sejumlah materi yang berkaitan dengan penjaminan dari pengadaan barang atau jasa dari pemerintah. Seperti, Jaminan Penawaran, Jaminan Pelaksanaan, Jaminan Uang Muka, Jaminan Pemeliharaan, Jaminan Sanggah Banding, Jaminan Pembayaran Akhir Tahun, yang dilihat dari sisi underwriting & klaim. Tak hanya itu, selama training berlangsung ini, Dhika juga mengajak seluruh peserta untuk sharing tentang temuan masalah dan kendala yang pernah dialami di perusahaan peserta pada training surety bond ini. Acara yang berlangsung selama kurang lebih 6 Jam ini ditutup dengan sesi foto bersama oleh peserta dan juga Adhika Narbuditya Narasumber pada training surety Bond ini.
Kenalkan Perkembangan Teknologi dan Informasi Pada Trend Industri Asuransi Digital, AAUI Selenggarakan Webinar IT bersama InfoConnect dan IBM Indonesia
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyelenggarakan Webinar berkolaborasi dengan InfoConnect, dan IBM pada Rabu, 22 Juni 2022. Acara yang berlangsung pukul 09.30 WIB ini turut dihadiri oleh Direktur Eksekutif AAUI Bern Dwyanto, Doddy AS Dalimunthe Wakil Ketua AAUI Bidang Informasi dan teknologi terapan, Rachmad Hidayat Kepala Divisi Pengembangan IT Askrindo, Garrick Yap General Manager InfoConnect, Alvian Zulkhaizar Data & AI Specialist IBM dan juga 65 peserta dari perusahaan asuransi umum dan reasuransi anggota AAUI dan juga peserta umum. Acara ini dibuka oleh sambutan dari Bapak Doddy AS Dalimunthe. Dalam sambutannya, Doddy menyampaikan Industri asuransi 10 tahun kebelakang perkembangan teknologi kurang banyak berkembang, apalagi masalah penerapan teknologi dan informasi. di indonesia Industri asuransi beberapa sudah ada yang berbasis teknologi yang disebut insuretech. Tantangan kemudahan untuk akses produk asuransi dengan beragam harga dan polis tentunya menjadi tugas bagi Industri Asuransi. Seperti salah satunya bagaimana supaya aktivitas teknologi ini bisa mendeteksi fraud, klaim atau yang lainnya. AAUI sangat konsen untuk melakukan implementasi bagaimana nantinya kita menggunakan big data dan penerapan teknologi AI ini pada dunia industri asuransi umum ini khususnya. Ia berharap acara ini dapat menjadi driver bagi industri asuransi untuk siap bagaimana implementasi teknologi insuretech ini bisa kita terapkan di industri kita. Pada saat sesi awal, acara ini diisi oleh sharing session oleh Rachmad Hidayat salah satu narasumber yang menjabat sebagai Kepala Divisi Pengembangan IT di Askrindo. Dalam kesempatan ini, ia memaparkan peran AI dalam asuransi digital serta bagaimana implementasinya di perusahaan asuransi. Sementara itu, Garrick Yap General Manager dari InfoConnect menyampaikan materi dengan judul “Delivering Trusted Data From A Modernized Data Architecture Platform” yang mana pada sesi ini Garrick Yap menjelaskan pentingnya Platform data modern sebagai penunjang teknologi AI yang mana nantinya akan sangat bermanfaat untuk diimplementasikan ke proses bisnis asuransi untuk dapat membantu perusahaan asuransi bertransformasi menjadi perusahaan dengan basis insurtech. Selanjutnya, Alvian Zulkhaizar salah satu narasumber yang juga menjabat sebagai Data & AI Specialist dari IBM Indonesia juga menambahkan materi pemaparan dengan tema bahasan yakni Data Fabric – Establish an Architecture to Simplify Data Access For Your Business User. Dalam sesi pemaparan ini Alvian menjelaskan bagaimana pentingnya mempersiapkan diri untuk terus mengikuti perkembangan teknologi. Seperti contohnya trend teknologi yang sudah menggunakan Omnichannel. Ia menambahkan bahwasanya untuk dapat mempermudah pelanggan atau customer dalam bertransaksi, semua proses lini bisnis asuransi mulai dari arsitekturnya, platformnya, toolnya, nanti kedepannya semua akan menggunakan implementasi teknologi AI, untuk itu kita harus mulai bersiap tidak hanya melihat saja namun juga ikut serta menerapkannya pada perusahaan kita. Pada sesi akhir acara ini, peserta webinar diberikan sesi interaktif dengan para narasumber yang dipandu langsung oleh Ismiyatun Kartiwinoto yang juga menjabat selaku Pengurus AAUI bidang IT & Applied Technology.
Hadapi Isu Permasalahan di Bidang Aktuaria, AAUI Tambah Pendidikan dan Pelatihan Aktuaris SDM Asuransi pada Workshop “Asset Liability Management – Liability Driven Investment”
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyelenggarakan Workshop dengan mengangkat tema Asset & Liability Management, Liability Driven Investment pada Sabtu, 18 Juni 2022 di Pusat Pengembangan SDM Asuransi, Gedung Permata Kuningan, Jakarta. Acara yang berlangsung pukul 09.00 WIB ini turut dihadiri oleh Bern Dwyanto Direktur Eksekutif AAUI, Ronald Sajuti Ketua Departemen Aktuaris AAUI, Raden Rachmadi Gustrian Praktisi Risk Management dari Indonesia Financial Group (IFG) dan juga 35 peserta dari SDM industri asuransi dari perusahaan asuransi umum maupun reasuransi anggota AAUI dan juga Konsultan Aktuaria. Dalam sambutannya Bern menyampaikan bahwa, fungsi aktuaris di industri asuransi umum sangatlah penting. Aktuaris harus memahami aspek-aspek yang ada di industri asuransi umum seperti halnya pengelolaan aset dan juga bagaimana seorang aktuaris dapat memanajemen aset dan liability. Selain itu, Bern menambahkan bahwa harapannya kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan AAUI ini dapat menambah wawasan SDM asuransi khususnya para aktuaris dan bagian manajemen risiko di perusahaan asuransi maupun reasuransi agar dapat menjalankan tugas-tugasnya secara maksimal dan menjadi profesional bagi industri asuransi umum. Saat acara berlangsung, kedua narasumber saling memaparkan materi sesuai bidangnya masing-masing. Raden Rachmadi Gustrian memaparkan materi tentang bagaimana mengelola resiko sebagai karyawan perusahaan yang menempati divisi Risk Management. Tak hanya itu Rachmadi juga menunjukan beberapa implementasi-implementasi ilmu manajemen resiko yang sering terjadi di industri asuransi. Sementara itu, Ronald Sajuti Ketua Departemen Aktuaria AAUI yang sekaligus Narasumber pada acara ini juga menyampaikan materi-materi pengenalan untuk pengelolaan asset dan liability. Pada akhir sesi pemaparannya, ia juga juga memberikan simulasi penghitungan aset dan juga liability kepada peserta sekaligus membuka sesi diskusi bersama di sela-sela pemaparannya.
Kinerja Industri Asuransi Umum dan Reasuransi Triwulan-I Tahun 2022
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatatkan pendapatan industri asuransi umum tahun pada Triwulan-I tahun 2022 sebesar 22,4 Triliun Rupiah. Hasil ini mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 7,9% dibandingkan dengan di Triwulan-I di tahun 2021 atau yang mencatatkan sebesar 20,7 Triliun Rupiah. Sebagian besar lini bisnis yang mencatatkan adanya kontraksi pada Triwulan-I tahun 2022 ini diantaranya adalah Asuransi Satelit, Asuransi Kecelakaan Diri, Energy Off Shore, Surety Ship, Harta Benda dan Asuransi Marine Hull. Sedangkan untuk lini bisnis yang lain, dicatatkan mengalami pertumbuhan positif dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama. Sementara itu pada pencatatan klaim pada Triwulan-I tahun 2022 ini AAUI mencatatkan jumlah total klaim sebesar 9 Triliun Rupiah jika dibandingkan dengan tahun 2021 pada periode yang sama yang hanya mencatat sebesar 6,7 Triliun Rupiah. Pencatatan ini menunjukkan adanya kenaikan klaim sebesar 35,1% pada tahun ini di periode Triwulan-I tahun 2022. Pencatatan dari klaim ini mengalami kontraksi hanya pada lini bisnis Asuransi Energy on Shore, Asuransi Kecelakaan Diri, Aviation, dan juga Asuransi Marine Cargo. Sedangkan pada lini bisnis sisanya ini mencatatkan ada peningkatan klaim dibanding Triwulan-I tahun 2021 lalu. Rasio klaim pada Triwulan-I tahun 2022 ini mencatat sebesar 40,6% mengalami peningkatan dibanding dengan rasio klaim pada tahun sebelumnya pada periode yang sama yang hanya sebesar 32,4%. Ini artinya klaim rasio pada Triwulan-I mengalami kenaikan sebesar 8,2% pada periode ini. Pangsa Pasar terbesar yang masih mendominasi lini bisnis Industri asuransi umum adalah Asuransi Harta Benda & Asuransi Kendaraan Bermotor dengan proporsi kedua lini bisnis ini sebesar 46,6%. Sedangkan untuk posisi ke tiga ini dicapai oleh lini bisnis Asuransi Kredit dengan perolehan 14,6% atau mengalami kenaikan 0,8% dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama yang hanya sebesar 13,8%. Asuransi Harta Benda tercatat mengalami kontraksi sebesar 4,4% jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yakni tahun 2021. Meskipun berdasarkan survey property redensial mengalami adanya perbaikan di Triwulan-I, namun dari asuransi harta benda ini masih masih mencatatkan penurunan pertumbuhan pencatatan premi dibadingkan tahun lalu pada periode yang sama yakni sebesar 28,8%, yang saat ini turun sebanyak 3,3%. Sementara itu, pada lini bisnis Asuransi Kendaraan Bermotor ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 2% dibandingkan tahun sebelumnya pada periode yang sama di tahun 2021. Pada Triwulan-I tahun 2022 ini premi yang dicatatkan oleh lini bisnis Asuransi Kendaraan Bermotor sebesar 21,1% jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021 hanya sebesar 19,1%. Pertumbuhan ini tentunya sejalan dengan meningkatnya penjualan kendaraan bermotor serta pengaruh dari kredit kendaraan bermotor yang disalurkan sebesar 105,2 Triliun dari tahun lalu yang hanya 103,2 Triliun Rupiah. Meski penjualan sepeda motor yang sebesar 1,262,586 unit ini mengalami penurunan sebesar 2,4%, namun disisi lain penjualan mobil meningkat dari Triwulan-I tahun lalu sebanyak 178.452 unit menjadi 238.504 unit pada periode yang sama di tahun 2022 ini. Posisi ketiga saat ini masih ditempati oleh Asuransi Kredit. Asuransi kredit ini mencatatkan pertumbuhan positif pada Triwulan-I tahun 2022 ini. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, Asuransi kredit yang hanya mencatatkan sebesar 13,8 % dan saat ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 0,8% menjadi 14,6% pada periode Twiulan-I tahun 2022 ini. Pada Triwulan-I tahun 2022 ini Asuransi Kredit telah menghimpun premi sebesar 3,2 Triliyun Rupiah atau tumbuh sebanyak 14% dibandingkan periode yang sama di tahun 2021. Hal ini tentunya tak lepas dari faktor terjaganya pertumbuhan kredit baru yang juga dipengaruhi oleh membaiknya kondisi ekonomi Indonesia setelah melonggarnya peraturan PPKM di beberapa daerah.