Jakarta, 16 Desember 2025 – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyampaikan Buku Profil Risiko Siber Sektor Perasuransian Indonesia 2025 kepada Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) yang diwakili oleh Bapak Cipto Hartono selaku Direktur Eksekutif AAUI dan Bapak Teguh Aria Djana selaku Wakil Ketua Bidang Teknologi Informasi, Penerapan Teknologi dan Keuangan Digital sebagai bagian dari penguatan kolaborasi strategis dalam meningkatkaan keamanan dan ketahanan siber sektor perasuransian nasional.
Buku ini merupakan hasil kajian dan pemetaaan risiko siber yang disusun melalui proses diskusi, rapat koordinasi, serta Workshop Penyusunan Profil Risiko Siber Sektor Perasuransian yang melibatkan BSSN dan asosiasi asuransi lain termasuk AAUI. Dokumen tersebut memberikan gambaran tingkatan risiko, tantangan, serta Tingkat kesiapan keamanan siber sektor perasuransian Indonesia.
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Bapak Baderi, menyampaikan bahwa pengelolaan risiko siber harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan melalui tahapan identifikasi, proteksi, deteksi, respons, dan pemulihan (Identification, Protection, Detection, Response, and Recovery / IPDRR).
Selain itu, BSSN mendorong pentingnya pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) di sektor perasuransian. Badri menjelaskan bahwa BSSN kerap mendeteksi anomali lalu lintas siber yang berpotensi menjadi insiden, namun penyampaian informasi sering terkendala karena belum adanya kontak dan tim penanganan insiden yang terstruktur.
Melalui penyampaian Buku Profil Risiko Siber Sektor Perasuransian Indonesia 2025 ini, BSSN dan AAUI menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat keamanan dan ketahanan siber sektor perasuransian Indonesia secara berkelanjutan.
Ditulis oleh: Joan Roman Kharisma