Jakarta – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyelenggarakan Pelatihan Dasar Asuransi Umum pada 20–21 Agustus 2025 bertempat di Kantor OJK, Wisma Mulia 2, Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh kurang lebih 30 karyawan OJK yang berasal dari berbagai Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang serta Kelompok Spesialis Perasuransian, Penjaminan, Dana Pensiun, dan Aktuaria. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bapak Asep Iskandar, Kepala Departemen Pengawasan Penjaminan, Dana Pensiun dan Pengawasan Khusus OJK, bersama Bapak Cipto Hartono, Direktur Eksekutif AAUI, serta turut dihadiri oleh Bapak Jamaluddin Lahay, Direktur Pengawasan Khusus Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK. Dalam sambutannya, Cipto Hartono menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pengawasan asuransi. “Kami meyakini bahwa pemahaman mendasar mengenai prinsip asuransi, underwriting, reasuransi, klaim, hingga aktuaria sangat penting bagi para regulator. Pelatihan ini tidak hanya menambah wawasan teknis, tetapi juga memperkuat sinergi antara industri dan regulator dalam menjaga stabilitas sektor asuransi,” ujarnya. Hal senada disampaikan Asep Iskandar, yang menilai pelatihan ini merupakan langkah penting untuk mendukung kualitas pengawasan OJK. “Dengan penguatan kompetensi teknis, para pengawas diharapkan lebih siap dalam menghadapi dinamika industri perasuransian. Pengetahuan yang solid menjadi bekal untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan perlindungan konsumen,” tuturnya. Selama dua hari, peserta mendapatkan materi pelatihan komprehensif yang terbagi dalam empat topik utama, yaitu: – Topik Underwriting, oleh Bapak Andi Asnandar. – Topik Produk & Reasuransi, oleh Bapak Zulfakhri. – Topik Claim, oleh Bapak Justinus Adhi Utomo. – Topik Aktuaria, oleh Bapak M. Ivan Faizal. Melalui pelatihan ini, AAUI dan OJK berharap terwujud peningkatan kualitas pengetahuan dan kompetensi para pengawas, sehingga mampu memperkuat fondasi pengembangan industri asuransi yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan di Indonesia.
AAUI Jaring Kompetensi Manajer Muda Industri Asuransi Umum Lewat Ajang 9th AAUI Young Manager Award 2025
Jakarta, 29 Juli 2025 — AAUI kembali memberikan ruang apresiasi kepada manajer-manajer muda berbakat di industri asuransi umum Indonesia melalui acara tahunan AAUI yakni The 9th AAUI Young Manager Award 2025 . Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) ini diikuti oleh 19 peserta dari Anggota AAUI dari perusahaan asuransi umum dan reasuransi di Indonesia. Para peserta telah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari penulisan esai, sesi interview awal, wawancara secara langsung bersama para praktisi profesional di industri, hingga proses seleksi untuk ajang lanjutan tingkat ASEAN, The Young ASEAN Manager Award (YAMA) , yang akan berlangsung di Kamboja. Grand Final AAUI Young Manager Award 2025 digelar pada 29 Juli 2025 di AAUI MAIPARK Ballroom, Jakarta, dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Asosiasi Asuransi Umum Indonesia. Acara ini turut dihadiri oleh dewan juri dari berbagai kalangan profesional industri perasuransian, antara lain: Bapak Antonius Anton Lie – Ketua STMA Trisakti; Ibu Carolyn Baytion Sunaryo – Executive Director ASEAN Insurance Council (AIC); Bapak I Ketut P. Swastika – Insurance Indonesia Executive; Ibu Jean Anastasya – Pemenang The 8th AAUI Young Manager Award 2024 & Finalis YAMA 2024. Dari 19 peserta, 10 finalis terpilih berhasil melaju ke babak grand final. Dalam kompetisi puncak ini, para finalis saling unjuk kemampuan dalam menjawab pertanyaan kritis seputar regulasi terbaru, tantangan industri, serta strategi bisnis di masa depan. Penilaian dilakukan berdasarkan ketajaman analisis, pemahaman industri, serta kemampuan berfikir dan berkomunikasi. Putri Sari Suci dari PT Chubb General Insurance Indonesia berhasil meraih posisi Juara Pertama dengan perolehan nilai tertinggi. Menempati posisi Juara Kedua diraih oleh Dita Anggrawati dari PT Asuransi Tokio Marine Indonesia. Berikut daftar lengkap Top 6 Finalis Terbaik AAUI Young Manager Award 2025:* Putri Sari Suci – PT Chubb General Insurance Indonesia* Dita Anggrawati – PT Asuransi Tokio Marine Indonesia* Herbert Torrey Sibarani – PT Asuransi MSIG Indonesia* Aditya – PT Asuransi Wahana Tata* Ridho Purwadi Kusumo – PT Asuransi Kredit Indonesia* Furi Furqonita Haum – PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Selain menempati posisi 1 & 2, Putri Sari Suci dan Dita Anggrawati juga mendapatkan penghargaan untuk mewakili AAUI pada acara YAMA di Kamboja. Selain itu, AAUI juga memberikan penghargaan Best Essay pada ajang ini yang diraih oleh Ridho Purwadi Kusumo dari Askrindo. Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian mereka, Juara 1 dan 2 mendapatkan kesempatan mengikuti program pelatihan Basic Course di Jepang yang difasilitasi oleh Insurance School of Japan (ISJ). Sementara itu, para juara 3 hingga 6 dan Best Essay akan berpartisipasi dalam ajang Indonesia Rendezvous ke-29 yang akan diselenggarakan di Bali pada bulan Oktober mendatang. AAUI mengapresiasi semangat dan kontribusi para peserta dalam menunjukkan potensi kepemimpinan muda di industri asuransi Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan kapasitas, pertukaran gagasan, dan regenerasi pemimpin masa depan di sektor perasuransian nasional.
AAUI & LSP AAUI Tingkatkan Kesiapan Sertifikasi Manajemen Risiko melalui Pelatihan dan Training of Trainers (ToT)
Jakarta, 26 Juli 2025 – Dalam upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) di industri asuransi umum, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) bersama Lembaga Sertifikasi Profesi AAUI (LSP AAUI) mengadakan Pelatihan Pengenalan Materi Sertifikasi Manajemen Risiko dan Training of Trainers (ToT) pada Sabtu, 26 Juli 2025, bertempat di Ruang Pelatihan LSP AAUI, Gedung Permata Kuningan, Jakarta. Pelatihan ini diikuti oleh para asesor bersertifikat serta praktisi dari perusahaan asuransi umum dan reasuransi, dengan tujuan untuk memperdalam pemahaman terhadap Materi Uji Kompetensi (MUK) serta mempersiapkan peserta sebagai fasilitator pelatihan manajemen risiko yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Program ini merupakan bentuk nyata dukungan AAUI terhadap peningkatan kualitas SDM industri, sekaligus bagian dari strategi penguatan profesionalisme dan daya saing di tengah tantangan serta kompleksitas risiko yang semakin dinamis. “Pelatihan dan ToT ini menjadi langkah penting dalam mendorong kesiapan tenaga pengajar dan asesor dalam proses sertifikasi kompetensi manajemen risiko. Kami percaya bahwa dengan SDM yang kompeten dan tersertifikasi, industri asuransi akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan yang ada,” ujar Direktur Eksekutif AAUI, Bapak Cipto Hartono dalam Materi Paparannya. Selain membahas struktur MUK, peserta juga dibekali metode pembelajaran efektif dan strategi fasilitasi yang mendukung proses pelatihan berbasis kompetensi. AAUI dan LSP AAUI berkomitmen untuk terus menyediakan platform pengembangan keahlian yang relevan dan selaras dengan kebutuhan industri, serta mendukung implementasi sertifikasi yang kredibel dan berstandar nasional
AAUI Dukung Pelestarian Lingkungan Lewat Aksi Penanaman Mangrove Bersama STMA Trisakti
Jakarta, 27 Juli 2025 — Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) turut ambil bagian dalam kegiatan Penanaman Mangrove yang diselenggarakan oleh STMA Trisakti di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif pelestarian lingkungan yang bertujuan tidak hanya untuk menjaga ekosistem pesisir, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan hidup di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim dan polusi udara. Dalam sambutannya, Bapak Budi Herawan selaku Ketua AAUI menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan di Jakarta yang saat ini tercatat sebagai salah satu kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia. Ia menegaskan bahwa permasalahan lingkungan bukan lagi isu masa depan, melainkan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama saat ini. “Industri asuransi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Penerapan prinsip ESG tidak hanya penting bagi kelangsungan bisnis, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. AAUI juga memberikan apresiasi tinggi kepada STMA Trisakti atas inisiatif dan dedikasi mereka dalam menggelar kegiatan yang tidak hanya edukatif tetapi juga berdampak langsung terhadap keberlangsungan alam. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi antar-lembaga khususnya industri perasuransian dalam menciptakan kesadaran kolektif terhadap pelestarian lingkungan dan pencegahan risiko bencana. Penanaman mangrove diyakini mampu memberikan banyak manfaat ekologis, termasuk mengurangi abrasi pantai, menyerap karbon, serta menjadi habitat penting bagi berbagai jenis flora dan fauna pesisir. Aksi ini menjadi simbol sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan masyarakat dalam menjaga bumi agar tetap layak huni bagi generasi mendatang. AAUI berkomitmen untuk terus terlibat dalam berbagai kegiatan keberlanjutan, sejalan dengan upaya memperkuat peran industri asuransi sebagai katalis perubahan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Komitmen Perkuat Kapasitas SDM Industri Perasuransian, AAUI Gelar In-House Training di OONA Insurance
Jakarta, 23-24 Juli 2025 – Sebagai bagian dari komitmen dalam meningkatkan literasi dan kapasitas sumber daya manusia di industri asuransi umum, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) telah menyelenggarakan kegiatan In House Training Basic Insurance yang diikuti oleh karyawan internal OONA Insurance. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai prinsip-prinsip dasar asuransi umum, serta memperkuat kompetensi teknis di bidang underwriting, reasuransi, pemasaran, dan penanganan klaim. Kegiatan dibuka secara resmi oleh: Vincent C. Soegianto, CEO & Presiden Direktur OONA Insurance Cipto Hartono, Direktur Eksekutif AAUI Para peserta mendapatkan pembekalan materi dari para narasumber berpengalaman di bidangnya: ✅ Yayat Supriyatna – membawakan materi Reasuransi dan Underwriting ✅ Wahyudin Rahman – menyampaikan materi Marketing dan Komersial Asuransi Umum ✅ Justinus Adhi – membahas aspek penting dalam Penanganan Klaim Pelatihan berlangsung interaktif dan aplikatif, serta mendapatkan respons positif dari para peserta yang aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman. AAUI terus mendorong kolaborasi dengan anggota dan mitra industri untuk menghadirkan program pelatihan yang relevan dan berdampak dalam penguatan SDM asuransi umum di Indonesia.
Eyes on the Horizon: AAUI Kupas Tantangan Digitalisasi & Risiko Kelautan melalui Marine Underwriter Gathering
Semarang, 19 Juli 2025 – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyelenggarakan Marine Underwriter Gathering 2025 pada 17–19 Juli 2025 di Hotel Tentrem, Semarang. Setelah sukses diselengarakan pertama kali di tahun lalu, kini Bidang Teknik 2 Khususnya Departemen Marine AAUI kali ini mengusung tema “Eyes on the Horizon: Unveiling the Art of Marine Risk”, dalam kegiatan Marine Underwriter Gathering 2025 kali ini. kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat wawasan teknis, jejaring industri, serta respon terhadap tantangan terkini di bidang asuransi pengangkutan laut (marine insurance). Acara resmi dibuka oleh Wakil Ketua AAUI Bidang Teknik 2, Bapak Fadlil Iswahyudi. Dalam sambutan pembukaanya Bapak Fadlil menekankan pentingnya peningkatan kapasitas underwriter di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat dan moedrn dan perdagangan global. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan kedua yang disampaikan oleh Direktur Pengawasan Asuransi Umum dan Reasuransi OJK, Bapak Munawar Kasan, yang dalam pemaparannya mengangkat topik yang selaras dengan acara ini yakni “Marine Underwriter: Bangkit atau Tenggelam?” sebagai refleksi kritis terhadap posisi strategis underwriter di era yang semakin disruptif. “Underwriter, khususnya di lini Marine Hull Insurance, berada di titik krusial: apakah akan bangkit sebagai pengelola risiko yang adaptif, atau justru tenggelam oleh gelombang perubahan jika tidak segera bertransformasi,” tegas Munawar dalam penyampaian materinya. Dalam arahannya, Munawar menekankan empat pilar penting untuk kebangkitan underwriter marine, yakni:1. Digitalisasi Underwriting, sebagai kunci efisiensi, akurasi, dan kecepatan dalam menilai risiko.2. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan, termasuk sinergi antara perusahaan asuransi, pelabuhan, logistik, dan otoritas terkait.3. Pengembangan terms & conditions (T&C) yang fleksibel, yang mampu mengikuti dinamika pasar dan kebutuhan tertanggung.4. Peningkatan kompetensi SDM, melalui pelatihan, sertifikasi, dan pertukaran pengetahuan lintas industri.“Perlu ada kesadaran kolektif bahwa peran underwriter bukan sekadar kalkulasi premi, tetapi pengambilan keputusan berbasis data, insight teknis, dan pemahaman menyeluruh terhadap ekosistem risiko,” tambahnya.Sesi hari pertama dalam Acara Marine Underwriter Gathering 2025 ini menghadirkan narasumber dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), yaitu Bapak Fredhi Agung Prasetyo dan Bapak Mohammad Arif Kurniawan, yang membahas tantangan pengangkutan kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) serta notasi terkini dalam sertifikat kelas kapal. Diskusi ini memberikan pemahaman baru mengenai dampak transformasi teknologi terhadap bisnis marine cargo. Hari kedua dilanjutkan dengan kunjungan lapangan (site visit) ke Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) yang memberikan pengalaman langsung bagi peserta mengenai dinamika operasional pelabuhan serta pengelolaan risiko logistik. Sesi siang hari diisi dengan paparan dari Bapak Ghulaam Ramadhan dan Bapak Redi Yuniansyah Elyanto dari PT. MCO Prima Indonesia, yang membahas Port Cargo Handling Risks lengkap dengan studi kasus di lapangan. Acara ditutup oleh sambutan dari Bapak Budi Herawan selaku Ketua AAUI. Bapak Budi menyampaikan bahwa Kegiatan Marine Underwriter Gathering 2025 merupakan komitmen berkelanjutan AAUI untuk mendukung penguatan profesionalisme underwriter di tengah kompleksitas risiko dan tuntutan pasar yang terus berubah. “ Kami berharap acara-acara seperti ini dapat mendorong inovasi, kolaborasi, dan kapasitas teknis yang semakin kuat. Tentunya untuk penguatan SDM Perasuransian serta demi keberlanjutan industri asuransi umum nasional” Pungkas Bapak Budi Herawan dalam sambutannya.
AAUI Selenggarakan Seminar Pelindungan Konsumen untuk Perkuat Literasi Industri Asuransi Umum
Jakarta, 9 Juli 2025 — Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan kapasitas pelaku industri asuransi melalui penyelenggaraan Seminar Pelindungan Konsumen Sektor Asuransi Umum, yang digelar di kantor Allianz Indonesia, Gedung WTC 3 Sudirman, Jakarta. Kegiatan yang difasilitasi oleh Bidang SDM dan Pelindungan Konsumen serta Kolaborasi dengan Bidang Hukum AAUI ini dihadiri oleh lebih dari 80 peserta. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk perwakilan perusahaan anggota AAUI, akademisi, praktisi, serta pihak-pihak yang bergerak di bidang pelindungan konsumen, hukum, kepatuhan, dan manajemen risiko. Seminar ini merupakan bentuk respons aktif AAUI terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 22 Tahun 2023, khususnya Pasal 91 yang mengatur tentang kewajiban pengembangan kapasitas pegawai bagi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK). Melalui kegiatan ini, AAUI mendorong seluruh pemangku kepentingan di sektor asuransi umum untuk memahami dan mengimplementasikan prinsip-prinsip pelindungan konsumen secara menyeluruh dan berkelanjutan. Dua narasumber kompeten dihadirkan dalam seminar ini, yaitu Dr. Henny Marlyna dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Alexandra Gerungan dari firma hukum ADCO Law. Keduanya membawakan materi seputar prinsip dasar pelindungan konsumen, peran Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK), studi kasus sengketa konsumen, serta tantangan dan praktik terbaik pelindungan konsumen di era digital. Dalam sesi diskusi, peserta tampak antusias menggali informasi dan bertukar pandangan mengenai implementasi kebijakan pelindungan konsumen di sektor asuransi. Hal ini mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya membangun kepercayaan publik melalui layanan yang transparan, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. AAUI berharap, seminar ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem asuransi yang lebih sehat dan berintegritas, dengan pelindungan konsumen sebagai fondasi utama.
AII, AAUI dan MAIPARK Jalin Kerja Sama Pelatihan Asuransi Katastropik untuk Kawasan Asia
Jakarta, 08 Juli 2025 — Tiga lembaga industri asuransi yakni Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asian Insurance Institute (AII), dan PT Reasuransi MAIPARK Indonesia (MAIPARK) resmi menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pelatihan asuransi katastropik yang ditujukan bagi perusahaan asuransi di tingkat regional Asia. Penandatanganan kesepakatan ini menjadi tonggak baru dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor asuransi, khususnya dalam menghadapi risiko-risiko bencana berskala besar atau katastropik yang terus meningkat secara global. Dalam kerja sama ini, MAIPARK bersama AAUI akan berperan sebagai pemateri serta fasilitator dalam pelatihan yang dirancang khusus untuk memperkuat pemahaman teknis dan mitigasi risiko katastropik. Pelatihan ini terbuka bagi seluruh perusahaan asuransi di kawasan Asia dan dapat diakses melalui penyelenggaraan resmi oleh AAUI atau AII. “Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan memperluas jangkauan edukasi serta terus mendorong para SDM perasuransian yang siap dan memiliki daya saing tinggi untuk industri asuransi di level internasional,” tutur Budi Herawan, Ketua AAUI. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mendorong ketahanan industri asuransi di kawasan Asia terhadap ancaman bencana alam yang semakin kompleks dan sulit diprediksi.
AAUI Hadiri Kegiatan Diskusi Potensi Asuransi Syariah Parametrik Bencana di Indonesia
Jakarta, 8 Juli 2025 – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hadir dalam Sosialisasi Asuransi Syariah Parametrik yang diselenggarakan di Gedung Danareksa, Jakarta. AAUI mengikuti kegiatan sosialiasi dan Diskusi Asuransi Syariah Parametrik untuk membahas potensi dari asuransi parametrik bencana serta solusinya, khususnya guna mendukung ketahanan keuangan pemerintah daerah terhadap risiko bencana alam seperti banjir, gempa bumi, dan lainnya. Acara ini dihadiri oleh Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, dan juga perwakilan Anggota AAUI yakni MAIPARK & Indonesia Re. AAUI akan terus mendukung pengembangan inovasi produk asuransi yang relevan, adaptif, dan inklusif yang tentunya sejalan dengan peta jalan industri perasuransian Indonesia 2023-2026.
AAUI dan UNDP Gelar Rapat Steering Committee untuk Persiapan Inclusive Insurance Challenge Fund (IICF)
Jakarta, 2 Juli 2025 – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) bersama United Nations Development Programme (UNDP) menggelar rapat Komite Pengarah (Steering Committee) sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan Inclusive Insurance Challenge Fund (IICF). IICF merupakan inisiatif yang menyediakan dukungan berupa dana hibah dan konsultasi teknis dari para ahli, guna mendorong pengembangan asuransi pertanian di Indonesia. Program ini menitikberatkan pada inovasi produk, distribusi, serta penguatan ekosistem pendukung asuransi pertanian. Inisiatif ini diprakarsai oleh Insurance and Risk Finance Facility (IRFF) UNDP, German Federal Ministry for Economic Cooperation (BMZ), dan AAUI. Melalui IICF, akan disalurkan dana hibah total sebesar Rp 875 juta serta technical assistance dari para pakar yang bekerja sama dengan UNDP. Steering Committee ini dipimpin bersama-sama oleh AAUI dan UNDP, dengan anggota dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Pertanian, serta Resilience Development Initiative (RDI). Dari OJK hadir Direktur Pengembangan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Asep Suwondo serta Deputi Direktur Madya, Analis Pengembangan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun Muhamad Anugrah. Kementerian Pertanian diwakili oleh Ketua Kelompok Substansi Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian RI, Siswoyo. Sementara itu, RDI diwakili oleh Dr. Saut Sagala. Ketua Umum AAUI, Budi Herawan, menyampaikan bahwa IICF merupakan langkah nyata dalam merealisasikan Peta Jalan Pengembangan Asuransi Pertanian Indonesia 2025–2030 yang telah disusun sebelumnya. “Harapannya, para anggota Steering Committee dapat memberikan arahan dan ide-ide untuk mewujudkan peta jalan ini,” ujarnya. Koordinator Risk Finance Facility UNDP, Fandi Nasution, menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap inisiatif baru. “Hal terpenting dalam membangun inisiatif baru adalah memastikan keberlanjutan dan implementasi nyata, agar produk asuransi yang dikembangkan benar-benar dapat melindungi usaha pertanian para petani di Indonesia,” jelasnya. OJK, Kementerian Pertanian, dan RDI menyambut sangat baik inisiatif ini dan menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh melalui keahlian masing-masing. IICF terbuka bagi perusahaan asuransi umum konvensional maupun syariah di Indonesia. Call for Proposal (CFP) akan segera disebarluaskan kepada perusahaan di industri perasuransian. Perusahaan yang berminat diharapkan mengajukan proposal sesuai dengan kriteria dan panduan yang tersedia. Proposal akan melalui proses seleksi dan penilaian, sebelum diumumkan pemenang dan dimulainya proyek (kick-off).