Terkumpul 90 Proposal Penelitian Yang Mengikuti AAUI – MAIPARK Research Grant

Hingga batas akhir penyerahan proposal penelitian pada tanggal 20 Januari 2021,  terkumpul 90 proposal penelitian yang berasal dari 35 perguruan tinggi dan 6 lembaga pemerintah maupun non pemerintah yang mengikuti AAUI-Maipark Research Grant.

AAUI – MAIPARK Research Grant adalah kompetisi riset untuk menciptakan stimulus ekosistem penelitian yang efektif dan berkelanjutan mengenai manajemen risiko bencana alam Indonesia yang unggul. Topik riset yang dapat diikuti adalah: Disaster Risk Financing & Insurance; Asuransi Bencana Alam; Catastrophe Modelling; Risiko Bencana Alam; Kerentanan Bangunan Terhadap Bencana Alam; Contractual Service Margin Financial Modeling untuk asuransi; dan Pengaruh Perubahan Curah Hujan pada Hasil Panen Kakao/Tembakau/Bawang.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian industri asuransi umum kepada penelitian terapan yang dilakukan oleh para akademisi untuk pengembangan ilmu manajemen risiko, database dan aplikasi modelling pada aspek kebencanaan. MAIPARK sebagai pendukung utama kegiatan ini adalah perusahaan reasuransi yang fokus kepada riset dan pengelolaan risiko kebencanaan.

Bagi MAIPARK, Research Grant ini bukan yang pertama kalinya. Di tahun 2020 telah diselenggarakan pada bulan Maret-April 2020, dengan menerima 31 proposal riset dari berbagai perguruan tinggi maupun lembaga riset. Penyelenggaraan untuk tahun 2021 ini merupakan perpanjangan periode submission proposal riset untuk Research Grant batch 2 yang seharusnya ditutup 11 Desember 2020 lalu. Untuk memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, maka atas koordinasi MAIPARK dengan AAUI, dibuka kembali periode submission sampai dengan 20 Januari 2021.

Semua proposal akan direview oleh para juri yang berasal dari akademisi dan praktisi independen. Para peserta juga akan diminta mempresentasikan proposal risetnya untuk meyakinkan para juri. Pengumuman pemenang sekaligus pemberian Reasearch Grant kepada tiga proposal terbaik akan dilakukan pada 22 Februari 2021.

Adapun para jurinya adalah Prof. Basuki Widodo, M.Sc, Ph.D  dari Indonesia Mathematical Society, Prof. Dr. Ir. Budi Hermana, MM dari Universitas Gunadarma, Dr. Robby Loho, SE, MBA dari Maskapai Reasuransi Indonesia, Dr. HSM Widodo, S.Kom, M.EngSc dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, dan Heddy Agus Pritasa, SE, SS, MM dari PT Reasuransi Maipark Indonesia.

Para pemenang nantinya akan mendapatkan uang pembinaan yang jumlahnya berbeda-beda berdasarkan kategori pendidikan dari para peserta, yang terbesar untuk peserta bergelar Doktor mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 30 juta, Magister/Umum sebesar Rp. 15 juta, dan sarjana Rp. 7,5 juta.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Dalimunthe menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada semua peserta yang telah mengikuti AAUI -MAIPARK Research Grant yang merupakan salah satu upaya mitigasi dan pengelolaan risiko asuransi terkait dengan riset dan penelitian risiko kebumian serta pengelolaan reasuransi gempa bumi demi mengembangkan database risiko bencana nasional dan regional.

Sementara itu Ketua AAUI Hastanto SM Widodo menambahkan bahwa proposal penelitian yang masuk membuatnya sangat senang karena beberapa proposal penelitian yang terkait dengan modelling untuk weather index insurance dapat bermanfaat bagi industri selain itu juga tentang pemodelan kebencanaan.

 

 

 

 

Leave A Comment