Premi Asuransi Umum Tumbuh 14,1% di Kuartal IV 2019

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatatkan pendapatan premi senilai Rp 79,71 triliun pada Triwulan IV 2019. Hasil ini menunjukan pertumbuhan sebesar 14,1% secara tahunan atau year on year (yoy) dari Rp 69,85 triliun di tahun 2018.

Ketua Bidang Statistik, Riset, Analisa T.I & Aktuarial Trinita Situmeang dan Dody Dalimunthe Direktur Eksekutif AAUI menjadi narasumber dalam pemaparan kuartal empat ini.

Pemaparan kinerja industri asuransi umum untuk Triwulan IV 2019 ini disampaikan AAUI pada Kamis (20/02/2020) di Kantor Pusat AAUI yang dihadiri media ekonomi nasional.

Secara umum lini bisnis asuransi umum di kuartal empat mencatatkan pertumbuhan yang positif kecuali Asuransi Pengangkutan, Asuransi Tanggung Gugat, asuransi energi off shore dan Asuransi Kecelakaan & Kesehatan, yang membukukan pertumbuhan negatif.

Sementara itu klaim pada kuartal empat tahun 2019 tercatat sebesar 36,7 Trilyun Rupiah, meningkat sebesar 82,8% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 yang tercatat sebesar 20,1 Trilyun Rupiah. Peningkatan klaim terjadi hampir pada sebagian lini usaha Asuransi, dan hanya 2 lini usaha mencatatkan penurunan klaim yaitu Asuransi Pesawat Udara dan Asuransi Tanggung Gugat. Claim Ratio tahun 2019 tercatat sebesar 46,0%, meningkat jika dibandingkan tahun lalu sebesar 28,7%.

Kontribus premi Asuransi Umum masih didominasi oleh Asuransi Properti atau harta benda & Asuransi Kendaraan Bermotor dengan proporsi mencapai 50%. Posisi ketiga untuk pangsa pasar premi asuransi umum di periode ini diisi oleh Asuransi Kredit dengan proposi sebesar 18,4% adapun diposisi selanjutnya diisi oleh lini usaha Asuransi Kecelakaan diri & kesehatan.

Asuransi Property tercatat mengalami pertumbuhan premi yang positif sebesar 9,7% pada Triwulan IV 2019. Salah satu faktor pendukungnya adalah pertumbuhan property residential (rumah tipe besar) yang cukup mendongkrak pertumbuhan premi Asuransi Property

Sedangkan Asuransi Kendaraan Bermotor mengalami pertumbuhan yang relatif stagnan hanya sebesar 0.3% di tahun 2019, faktor utama yang menyebabkan pertumbuhan premi Asuransi Kendaraan Bermotor di tahun 2019 adalah karena penjualan kendaraan bermotor di tahun ini mengalami penurunan. Tercatat berdasarkan data GAIKINDO, penjualan kendaraan bermotor khususnya roda empat mengalami minus 11%, total penjualan kendaraan bermotor roda empat di 2019 tercatat 1,03 juta kendaraan.

Sedangkan asuransi kredit tumbuh 86,2% yoy dari Rp 7,86 triliun menjadi Rp 14,64 triliun di 2019. Selain lini bisnis kredit yang mencatatkan pertumbuhan pesat, lini bisnis lainnya juga tercatat tumbuh melesat.

Premi asuransi energi on shore tumbuh 210% yoy Rp 49 miliar menjadi Rp 152 miliar di tahun lalu. Selain itu, lini bisnis yang masuk kategori aneka asuransi atau other tumbuh 37,3% yoy dari Rp 3,33 triliun menjadi Rp 4,58 triliun di sepanjang 2019.

Leave A Comment