Masa Kerja Badan Mediasi & Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) Resmi Berakhir Pada 31 Desember 2020

Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) secara resmi akan berakhir masa operasionalnya pada 31 Desember 2020 mendatang, hal tersebut diketahui dalam Rapat Umum Anggota Perhimpunan Tahun Buku 2019 yang dilakukan secara virtual pada Selasa, (08/12/2020).

Ketua BMAI Kornelius Simanjuntak menjelaskan penghentian operasional BMAI setelah Otoritas Jasa Keuangan secara resmi pada Oktober 2020 lalu membentuk Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK).

“Dengan pembentukan lembaga ini, maka mulai awal 2021, penyelesaian sengketa akan dilakukan secara terintegrasi mulai dari sektor perbankan, asuransi hingga fintech,” ujar Kornelius.

Lebih lanjut Kornelius menjelaskan bahwa BMAI tidak lagi menerima dan menyelesaikan pengaduan sengketa klaim Asuransi mulai tanggal 1 januari 2021 dan hanya akan menyelesaikan sengketa yang masih dalam proses (pending), dan selanjutnya BMAI akan memasuki masa transisi selama 6 bulan terhitung mulai 1 Januari – 30 Juni 2021.

Seperti diketahui bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi membentuk Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK). Sesuai namanya, lembaga ini melakukan penyelesaian sengketa di luar pengadilan khusus terkait sengketa di Sektor Jasa Keuangan

Dengan terbentuknya LAPS SJK tersebut maka enam Lembaga penyelesain sengketa jasa keuangan yang sudah ada yakni, Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI), Badan Mediasi dan Arbitrase Asuransi Indonesia (BMAI) dan Badan Mediasi Dana Pensiun (BMDP), Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Perbankan Indonesia (LAPSPI), Badan Mediasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (BAMPPI), dan Badan Mediasi Pembiayaan, Pegadaian, dan Venture Indonesia (BAMPPVI) sudah tidak lagi menjalankan kegiatannya

Adapun BMAI sendiri didirikan pada tanggal 12 Mei 2006 dan mulai beroperasi pada tanggal 25 September 2006. Pendirian BMAI digagas oleh beberapa Asosiasi Perusahaan Perasuransian di Indonesia. BMAI didirikan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan yang profesional dan transparan yang berbasis pada kepuasan dan perlindungan serta penegakkan hak-hak Tertanggung atau Pemegang Polis melalui proses Mediasi dan Ajudikasi.

Ketua Dewan Pengawas BMAI HSM Widodo didapuk menjadi pimpinan rapat dalam Rapat Umum Anggota Perhimpunan Tahun Buku 2019, seluruh agenda rapat dapat disetujui oleh anggota BMAI yang hadir dalam rapat tersebut.

Sementara itu Direktur Eksekutif AAUI sekaligus Direktur Eksekutif DAI Dody Dalimunthe menyampaikan apresiasi kepada BMAI atas perannya selama ini dalam memberikan pelayanan penyelesaian sengketa hukum secara imparsial di luar pengadilan melalui lembaga alternatif penyelesaian sengketa.

“Apresiasi yang sebesar-besar kepada BMAI atas perannya selama ini dalam penyesalain sengketa diluar pengadilan khusus pada industri asuransi,” tutupnya.

Leave A Comment