Kembangkan Kualitas SDM dan Teknologi Asuransi, AAUI Jalin Kerjasama Dengan Universitas Gunadarma, Indonesia Mathematical Society (Indoms) & Care Technologies

Mengantisipasi perkembangan industri asuransi umum ke depan, dimana implementasi teknologi sudah menjadi bagian dari proses bisnis industri asuransi, maka pelaku jasa asuransi bersama dengan regulator dan semua pemangku kepentingan bersepakat untuk membangun industri asuransi yang maju dan modern dengan penerapan teknologi-teknologi baru dan juga riset penelitian untuk ilmu-ilmu terapan.

Perkembangan berbagai peraturan dan penetapan standar Internasional untuk proses perasuransian di masa depan seperti IFRS 17 / PSAK 74, akan mengharuskan pelaku industri asuransi memiliki kemampuan mumpuni atas Constractual Service Margin Advance Statistical & Mathematical Modeling. Demikian halnya pemburukan dampak perubahan pola cuaca global dan peningkatan kebencanaan nasional juga sangat membutuhkan penerapan teknologi GeoSpatial untuk ketepatan dan kecepatan manajemen risiko detil dan eksposur finansial. Sementara aplikasi pertukaran data menggunakan mekanisme Electronic Data interface (EDI) dengan standar international seperti UN/EDIFACT melalui proses automasi juga bukanlah suatu pilihan mengingat peningkatan exponensial biaya kepegawaian pada metode pengerjaan manual.

Pemanfaatan perangkat dan infrastruktur teknologi seperti pelayanan data center dan perangkat keras pendukung Machine Learning serta tenaga riset dan penelitian dari berbagai disiplin ilmu juga sudah menjadi kebutuhan yang tidak terelakan.  Melalui pemanfaatan teknologi tingkat lanjut yang tepat guna pada infrastuktur perangkat keras dan lunak yang baik, AAUI akan dapat bertransformasi ke depan menjadi penyedia jasa penunjang dasar melalui konsep AAUI Center Of Excelence dengan pelayanan-pelayanan seperti, namun tidak terbatas kepada: 

  • Pelaksanaan sertifikasi keagenan dasar dan PAYDI melalui platform training dan sertifikasi digital.
  • Crowd Donation – Collective ISR fulfillment Service, sebagai pemenuhan secara kolektif kewajiban anggota untuk menyalurkan CSR dengan dikaitkan kepada peningkatan Literasi dan Inklusi keuangan seperti diatur pada POJK 76/2016, dan juga sebagai pusat penyaluran beasiswa dari industri untuk ilmu-ilmu yang diperlukan oleh industri.
  • Jasa validasi dan kustodian dari tanda tangan dan polis elektronik seperti yang diamanatkan oleh UU ITE.
  • Geospatial National Risk Database dan Insurance Data Exchange Hub, sebagai pusat pertukaran data/EDI dari proses automasi pelaporan-pelaporan Resiko dan Reasuransi.
  • Pusat penerbitan online data-data satelit terkait Weather Index untuk penggunaan pada Asuransi Parametrik terkait cuaca.
  • Riset dan penelitian ilmiah terkait Yield-Weather Pricing Model dari berbagai jenis tananam budidaya dan juga industri yang tergantung perubahan cuaca.
  • Penelitian-penelitian terkait dengan tehnologi terapan baru untuk asuransi seperti Artificial Intelligent & Renewable Energy dan juga model resiko-resiko baru seperti Autonomous Vehicle, CyberRisk, BlockChain Risk, Genetic Alteration Risk, Emerging New Disseas dan lain-lainya. 

Untuk memastikan kecepatan proses pengembangan, penguasaan tehnologi dan penerapan Visi teknologi yang ada, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) telah melakukan langkah-langkah strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Gunadarma, The Indonesia Mathematical Society (IndoMS) dan Care Technologies (Care Tech).

Ruang lingkup kerjasama dari ketiga MoU tersebut mencakup memberikan dukungan dan partisipasi dalam program pengembangan kapasitas, penerapan teknologi berbasis teknologi informasi dan system informasi penelitian serta pemenuhan kompetensi sumber daya manusia di industri asuransi umum mencakup kegiatan kursus, workshop, seminar, telekonferensi dan media pelatihan dalam bentuk lain yang bisa dimanfaatkan serta memfasilitasi kegiatan terkait dengan penyaluran aktifitas industry social responsibility kepada pihak yang membutuhkan dalam rangka kesejahteraan masyarakat. Melalui MoU ini, kedepannya dimungkinkan penggunaan-penggunaan infrastruktur teknologi yang ada secara untuk menjalankan fungsi pelayanan dan juga pengembangan aplikasi/interface/API standar pada sistem CareTech yang dipergunakan oleh sebagian besar anggota. Lebih jauh lagi, MoU antara AAUI dan IndoMS, akan memungkinkan dijalankanya program beasiswa untuk penelitian khusus oleh berbagai mahasiswa matematika dan statistik dari seluruh universitas di Indonesia.

Penandatanganan MoU antara AAUI dan Universitas Gunadarma, IndoMS dan Care Tech   ini dilakukan oleh Dr. Hastanto Sri Margi Widodo, SKom. MEngSc selaku Ketua AAUI dengan  Prof. Dr. E.S. Margianti, SE, MM sebagai Rektor Universitas Gunadarma kemudian dengan Prof. Dr. Basuki Widodo, M.Sc sebagai President of The Indonesia Mathematical Society (IndoMS) dan terakhir dengan Joshua Kurniawan Djafar selaku Direktur Uama PT CARE Technologies.

Implementasi dari MoU akan mulai berjalan pada 2021, dimana hal-hal yang bersifat kegiatan teknis implementasi akan dituangkan dalam perjanjian kerjsama beberapa project khusus.

Mengantisipasi perkembangan industri asuransi umum ke depan, dimana implementasi teknologi sudah menjadi bagian dari proses bisnis industri asuransi, maka pelaku jasa asuransi bersama dengan regulator dan semua pemangku kepentingan bersepakat untuk membangun industri asuransi yang maju dan modern dengan penerapan teknologi-teknologi baru dan juga riset penelitian untuk ilmu-ilmu terapan.

Perkembangan berbagai peraturan dan penetapan standar Internasional untuk proses perasuransian di masa depan seperti IFRS 17 / PSAK 74, akan mengharuskan pelaku industri asuransi memiliki kemampuan mumpuni atas Constractual Service Margin Advance Statistical & Mathematical Modeling. Demikian halnya pemburukan dampak perubahan pola cuaca global dan peningkatan kebencanaan nasional juga sangat membutuhkan penerapan teknologi GeoSpatial untuk ketepatan dan kecepatan manajemen risiko detil dan eksposur finansial. Sementara aplikasi pertukaran data menggunakan mekanisme Electronic Data interface (EDI) dengan standar international seperti UN/EDIFACT melalui proses automasi juga bukanlah suatu pilihan mengingat peningkatan exponensial biaya kepegawaian pada metode pengerjaan manual.

Pemanfaatan perangkat dan infrastruktur teknologi seperti pelayanan data center dan perangkat keras pendukung Machine Learning serta tenaga riset dan penelitian dari berbagai disiplin ilmu juga sudah menjadi kebutuhan yang tidak terelakan.  Melalui pemanfaatan teknologi tingkat lanjut yang tepat guna pada infrastuktur perangkat keras dan lunak yang baik, AAUI akan dapat bertransformasi ke depan menjadi penyedia jasa penunjang dasar melalui konsep AAUI Center Of Excelence dengan pelayanan-pelayanan seperti, namun tidak terbatas kepada: 

  • Pelaksanaan sertifikasi keagenan dasar dan PAYDI melalui platform training dan sertifikasi digital.
  • Crowd Donation – Collective ISR fulfillment Service, sebagai pemenuhan secara kolektif kewajiban anggota untuk menyalurkan CSR dengan dikaitkan kepada peningkatan Literasi dan Inklusi keuangan seperti diatur pada POJK 76/2016, dan juga sebagai pusat penyaluran beasiswa dari industri untuk ilmu-ilmu yang diperlukan oleh industri.
  • Jasa validasi dan kustodian dari tanda tangan dan polis elektronik seperti yang diamanatkan oleh UU ITE.
  • Geospatial National Risk Database dan Insurance Data Exchange Hub, sebagai pusat pertukaran data/EDI dari proses automasi pelaporan-pelaporan Resiko dan Reasuransi.
  • Pusat penerbitan online data-data satelit terkait Weather Index untuk penggunaan pada Asuransi Parametrik terkait cuaca.
  • Riset dan penelitian ilmiah terkait Yield-Weather Pricing Model dari berbagai jenis tananam budidaya dan juga industri yang tergantung perubahan cuaca.
  • Penelitian-penelitian terkait dengan tehnologi terapan baru untuk asuransi seperti Artificial Intelligent & Renewable Energy dan juga model resiko-resiko baru seperti Autonomous Vehicle, CyberRisk, BlockChain Risk, Genetic Alteration Risk, Emerging New Disseas dan lain-lainya. 

Untuk memastikan kecepatan proses pengembangan, penguasaan tehnologi dan penerapan Visi teknologi yang ada, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) telah melakukan langkah-langkah strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Gunadarma, The Indonesia Mathematical Society (IndoMS) dan Care Technologies (Care Tech).

Ruang lingkup kerjasama dari ketiga MoU tersebut mencakup memberikan dukungan dan partisipasi dalam program pengembangan kapasitas, penerapan teknologi berbasis teknologi informasi dan system informasi penelitian serta pemenuhan kompetensi sumber daya manusia di industri asuransi umum mencakup kegiatan kursus, workshop, seminar, telekonferensi dan media pelatihan dalam bentuk lain yang bisa dimanfaatkan serta memfasilitasi kegiatan terkait dengan penyaluran aktifitas industry social responsibility kepada pihak yang membutuhkan dalam rangka kesejahteraan masyarakat. Melalui MoU ini, kedepannya dimungkinkan penggunaan-penggunaan infrastruktur teknologi yang ada secara untuk menjalankan fungsi pelayanan dan juga pengembangan aplikasi/interface/API standar pada sistem CareTech yang dipergunakan oleh sebagian besar anggota. Lebih jauh lagi, MoU antara AAUI dan IndoMS, akan memungkinkan dijalankanya program beasiswa untuk penelitian khusus oleh berbagai mahasiswa matematika dan statistik dari seluruh universitas di Indonesia.

Penandatanganan MoU antara AAUI dan Universitas Gunadarma, IndoMS dan Care Tech   ini dilakukan oleh Dr. Hastanto Sri Margi Widodo, SKom. MEngSc selaku Ketua AAUI dengan  Prof. Dr. E.S. Margianti, SE, MM sebagai Rektor Universitas Gunadarma kemudian dengan Prof. Dr. Basuki Widodo, M.Sc sebagai President of The Indonesia Mathematical Society (IndoMS) dan terakhir dengan Joshua Kurniawan Djafar selaku Direktur Uama PT CARE Technologies.

Implementasi dari MoU akan mulai berjalan pada 2021, dimana hal-hal yang bersifat kegiatan teknis implementasi akan dituangkan dalam perjanjian kerjsama beberapa project khusus.

Mengantisipasi perkembangan industri asuransi umum ke depan, dimana implementasi teknologi sudah menjadi bagian dari proses bisnis industri asuransi, maka pelaku jasa asuransi bersama dengan regulator dan semua pemangku kepentingan bersepakat untuk membangun industri asuransi yang maju dan modern dengan penerapan teknologi-teknologi baru dan juga riset penelitian untuk ilmu-ilmu terapan.

Perkembangan berbagai peraturan dan penetapan standar Internasional untuk proses perasuransian di masa depan seperti IFRS 17 / PSAK 74, akan mengharuskan pelaku industri asuransi memiliki kemampuan mumpuni atas Constractual Service Margin Advance Statistical & Mathematical Modeling. Demikian halnya pemburukan dampak perubahan pola cuaca global dan peningkatan kebencanaan nasional juga sangat membutuhkan penerapan teknologi GeoSpatial untuk ketepatan dan kecepatan manajemen risiko detil dan eksposur finansial. Sementara aplikasi pertukaran data menggunakan mekanisme Electronic Data interface (EDI) dengan standar international seperti UN/EDIFACT melalui proses automasi juga bukanlah suatu pilihan mengingat peningkatan exponensial biaya kepegawaian pada metode pengerjaan manual.

Pemanfaatan perangkat dan infrastruktur teknologi seperti pelayanan data center dan perangkat keras pendukung Machine Learning serta tenaga riset dan penelitian dari berbagai disiplin ilmu juga sudah menjadi kebutuhan yang tidak terelakan.  Melalui pemanfaatan teknologi tingkat lanjut yang tepat guna pada infrastuktur perangkat keras dan lunak yang baik, AAUI akan dapat bertransformasi ke depan menjadi penyedia jasa penunjang dasar melalui konsep AAUI Center Of Excelence dengan pelayanan-pelayanan seperti, namun tidak terbatas kepada: 

  • Pelaksanaan sertifikasi keagenan dasar dan PAYDI melalui platform training dan sertifikasi digital.
  • Crowd Donation – Collective ISR fulfillment Service, sebagai pemenuhan secara kolektif kewajiban anggota untuk menyalurkan CSR dengan dikaitkan kepada peningkatan Literasi dan Inklusi keuangan seperti diatur pada POJK 76/2016, dan juga sebagai pusat penyaluran beasiswa dari industri untuk ilmu-ilmu yang diperlukan oleh industri.
  • Jasa validasi dan kustodian dari tanda tangan dan polis elektronik seperti yang diamanatkan oleh UU ITE.
  • Geospatial National Risk Database dan Insurance Data Exchange Hub, sebagai pusat pertukaran data/EDI dari proses automasi pelaporan-pelaporan Resiko dan Reasuransi.
  • Pusat penerbitan online data-data satelit terkait Weather Index untuk penggunaan pada Asuransi Parametrik terkait cuaca.
  • Riset dan penelitian ilmiah terkait Yield-Weather Pricing Model dari berbagai jenis tananam budidaya dan juga industri yang tergantung perubahan cuaca.
  • Penelitian-penelitian terkait dengan tehnologi terapan baru untuk asuransi seperti Artificial Intelligent & Renewable Energy dan juga model resiko-resiko baru seperti Autonomous Vehicle, CyberRisk, BlockChain Risk, Genetic Alteration Risk, Emerging New Disseas dan lain-lainya. 

Untuk memastikan kecepatan proses pengembangan, penguasaan tehnologi dan penerapan Visi teknologi yang ada, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) telah melakukan langkah-langkah strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Gunadarma, The Indonesia Mathematical Society (IndoMS) dan Care Technologies (Care Tech).

Ruang lingkup kerjasama dari ketiga MoU tersebut mencakup memberikan dukungan dan partisipasi dalam program pengembangan kapasitas, penerapan teknologi berbasis teknologi informasi dan system informasi penelitian serta pemenuhan kompetensi sumber daya manusia di industri asuransi umum mencakup kegiatan kursus, workshop, seminar, telekonferensi dan media pelatihan dalam bentuk lain yang bisa dimanfaatkan serta memfasilitasi kegiatan terkait dengan penyaluran aktifitas industry social responsibility kepada pihak yang membutuhkan dalam rangka kesejahteraan masyarakat. Melalui MoU ini, kedepannya dimungkinkan penggunaan-penggunaan infrastruktur teknologi yang ada secara untuk menjalankan fungsi pelayanan dan juga pengembangan aplikasi/interface/API standar pada sistem CareTech yang dipergunakan oleh sebagian besar anggota. Lebih jauh lagi, MoU antara AAUI dan IndoMS, akan memungkinkan dijalankanya program beasiswa untuk penelitian khusus oleh berbagai mahasiswa matematika dan statistik dari seluruh universitas di Indonesia.

Penandatanganan MoU antara AAUI dan Universitas Gunadarma, IndoMS dan Care Tech   ini dilakukan oleh Dr. Hastanto Sri Margi Widodo, SKom. MEngSc selaku Ketua AAUI dengan  Prof. Dr. E.S. Margianti, SE, MM sebagai Rektor Universitas Gunadarma kemudian dengan Prof. Dr. Basuki Widodo, M.Sc sebagai President of The Indonesia Mathematical Society (IndoMS) dan terakhir dengan Joshua Kurniawan Djafar selaku Direktur Uama PT CARE Technologies.

Implementasi dari MoU akan mulai berjalan pada 2021, dimana hal-hal yang bersifat kegiatan teknis implementasi akan dituangkan dalam perjanjian kerjsama beberapa project khusus.

Leave A Comment