Press Release: Dukung Regulasi PAYDI Untuk Asuransi Umum, AAUI Telah Meluncurkan Pelayanan Sertifikasi Keagenan Khusus PAYDI Untuk Asuransi Umum

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK saat ini sedang menyiapkan regulasi teknis terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI, yang dikenal sebagai unit-linked. Regulasi itu diperkirakan membuat industri asuransi umum dapat menjual unit-linked pada tahun 2021 ini. Saat ini OJK sedang dalam proses menerbitkan Surat Edaran OJK (RSEOJK) PAYDI, dimana dalam rancangan SEOJK sebelumnya sudah banyak diskusi dengar pendapat melibatkan asosiasi industri perasuransian.

Dalam rancangan SEOJK tersebut, OJK juga memberikan penekanan terkait tenaga pemasar yang wajib memiliki sertifikasi keagenan khusus untuk PAYDI dari lembaga sertifikasi profesi di Indonesia sesuai bidang usahanya. Untuk mendukung hal tersebut AAUI sudah melakukan kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) AAJI untuk sertifikasi pemasar PAYDI di asuransi umum. Secara paralel sedang diproses ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)  untuk lisensi oeperasional LSP AAUI agar kedepannya menangani sertifikasi PAYDI tersebut.

Pada tahap pertama kerjasama antara AAUI dengan LSP AAJI dalam sertifikasi pemasar PAYDI asuransi umum ini telah melibatkan sekitar 20an agen asuransi umum. Semua pemasar PAYDI yang telah lulus sertifikasi tersebut kemudian mendapatkan lisensi memasarkan PAYDI dari AAUI, dan dilaporkan ke OJK.

Bagi industri asuransi umum, PAYDI ini diharapkan menjadi booster kinerja asuransi umum yang dalam situasi pandemi Covid-19 ini sangat tertekan. Diharapkan hadirnya produk PAYDI ini akan menjadi tools untuk menjaring nasabah ritel karena selama ini nasabah asuransi umum didominasi oleh korporasi. Saat ini sejumlah perusahaan asuransi umum sudah ada yang siap untuk meluncurkan produk PAYDI tersebut begitu SEOJK diterbitkan oleh OJK. PAYDI pada asuransi umum ini diyakini akan membuat produk asuransi umum menjadi makin menarik di mata masyarakat.

Leave A Comment