Berita Minggu ini 1-7 Agustus 2020

Berikut adalah tiga berita penting terkait industri asuransi umum pada 1-7 Agustus 2020:

  • Pertumbuhan Ekonomi Kuartal Kedua 2020 Minus 5,32 Persen

Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II-2020 minus hingga 5,32 persen. Secara kuartalan, ekonomi terkontraksi 4,19 persen dan secara kumulatif terkontraksi 1,26 persen. Kontraksi ini lebih dalam dari konsensus pasar maupun ekspektasi pemerintah dan Bank Indonesia di kisaran 4,3 persen hingga 4,8 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, ekonomi Indonesia berdasarkan PDB triwulan II atas dasar harga berlaku Rp 3.687,7 triliun. Sementara itu, berdasarkan harga dasar konstan dengan tahun dasar 2010 adalah Rp 2.589,6 triliun.

“Dengan berbagai catatan peristiwa pada triwulan II-2020, ekonomi Indonesia kalau PDB atas dasar harga konstan kita bandingkan pada kuartal II-2019, maka ekonomi kontraksi 5,32 persen,” kata Suhariyanto dalam konferensi video, Rabu (5/8/2020).  (Dikutip dari Kompas.com)

Selengkapnya dapat dibaca disini

  • Akhir Kuartal II 2020, Industri Asuransi Himpun Premi Rp20 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan kondisi jasa keuangan secara umum masih dalam kondisi baik dan terkendali dengan indikator permodalan yang memadai dan profil risiko terjaga.

Secara khusus untuk industri asuransi, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan industri ini masih mampu mencatatkan kenaikan premi pada kuartal II/2020, di tengah tekanan perekonomian akibat pandemi Covid-19.

“Industri asuransi mampu menghimpun pertambahan premi Rp20 triliun,” kata Wimboh dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara daring, Rabu (5/8/2020).

Lebih lanjut, Wimboh menjelaskan pertumbuhan premi sektor asuransi jiwa terkontraksi 10 persen, dan premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi 2,3 persen. Adapun, dalam bidang perbankan, menurut Wimboh, kondisi permodalan masih cukup kuat yakni di level 22,59 persen pada kuartal II/2020, atau menguat dari posisi kuartal I/2020 yakni sebesar 21,72 persen. (Dikutip dari Bisnis.com)

Selengkapnya dapat dibaca disini

  • Wajib pakai bank kustodian, AAUI yakin produk asuransi berbalut investasi lebih aman 

Industri asuransi umum menyatakan siap menggarap produk asuransi yang dikaitan dengan investasi atau PAYDI. Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo bilang sekitar 10 pelaku asuransi umum siap memasarkan PAYDI.

Kendati demikian, pemasaran belum bisa dilakukan. Lantaran industri masih menunggu petunjuk tenkis penjualan PAYDI yang bakal tertuang dalam Surat Edaran (SE) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang PAYDI.

Adapun landasan produk PAYDI bagi asuransi umum telah diatur dalam Peraturan OJK 69/POJK.05/2016 tentang penyelenggaraan usaha perusahaan asuransi, perusahaan asuransi syariah, perusahaan reasuransi, dan perusahaan reasuransi syariah. (Dikutip dari Kontan.co.id)

Selengkapnya dapat dibaca disini

Leave A Comment