ASOSIASI ASURANSI UMUM INDONESIA MENGGELAR PELATIHAN PEMBUATAN ANALISIS KESENJANGAN (GAP ANALYSIS) DALAM IMPLEMENTASI PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK) 74

Jakarta, Bidang Keuangan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Analisis Kesenjangan (Gap Analysis) Dalam Rangka Implementasi PSAK 74 (IFRS 17) Tentang Kontrak Asuransi series selama 4 hari pada tanggal 8,9,11, dan 12 November 2021 secara daring melalui aplikasi zoom meeting.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua AAUI Hastanto SM Widodo secara simbolis dengan penyerah plakat secara virtual kepada para sponsor yang telah ikut berpartisipasi atas terselenggaranya Pelatihan Pembuatan Analisis Kesenjangan (Gap Analysis).

Pelatihan ini diikuti oleh 330 peserta dari perusahaan asuransi umum maupun perusahaan reasuransi yang merupakan anggota dari Asosiasi Asuransi Umum Indonesia. Pelatihan ini bertujuan agar perusahaan asuransi dapat mempersiapkan perubahan besar dalam hal pencatatan dan penyusunan laporan keuangan sehubungan dengan dikeluarkannya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 74 tentang Kontrak Asuransi yang mengadopsi secara penuh IFRS 17 yang akan mulai berlaku tanggal 1 Januari 2025.

Fasilitator pada pelatihan gap analysis yakni  Dr. Ludovicus Sensi Wondabio, CPA, CA,      Ir. Muhammad Ismail, M.App.ST, FSAI dan Antonius Djohan N, CISA selaku pengisi materi sekaligus narasumber Pelatihan Pembuatan Analisis Kesenjangan (Gap Analysis) Dalam Rangka Implementasi PSAK 74 (IFRS 17) Tentang Kontrak Asuransi.

Pelatihan yang berlangsung selama 4 hari ini memiliki topik pembahasan yang berbeda-beda. Pada hari pertama pelatihan ini membahas tentang pemahaman umum terkait IFRS 17 yang meliputi Business Implications to Management and Stakeholders, Changes in Financial Statements Presentation and Disclosure, Key focus areas of the standard, dan Measurement Model. 

Selanjutnya, pada hari kedua pelatihan ini membahas bagaimana analisis kesenjangan (gap analysis) aspek akuntansi dan pelaporan serta bisnis proses yang meliputi analisis kesenjangan atas pengakuan (recognition) dan pengukuran (measurement) terkait dengan aset, kewajiban, pendapatan dan beban yang menjadi isu kritis (critical component) dari PSAK 74 (IFRS 17), analisis kesenjangan atas Chart of Account (COA), serta analisis kesenjangan atas penyajian dan pengungkapan (Presentation and Disclosure) dan analisis kesenjangan proses bisnis yaitu proses bisnis marketing, underwriting, reasuransi, manajemen klaim, investasi, dan pelaporan akuntansi dan keuangan. 

Pada hari ketiga tanggal 11 November, pelatihan ini membahas  Analisis kesenjangan (gap analysis) pada aspek aktuaria yang meliputi Asumsi dan metodologi aktuaria,Analisis produk asuransi, Model pengukuran – Measurement Model (GMM dan PAA) , Separated components, Level of aggregation, Onerous Contract, Discount rate, Reinsurance contract heldrecognition and measurement

Sedangkan untuk hari terakhir, pelatihan untuk gap analysis untuk aspek IT meliputi, Kesiapan data (readiness of data), Kesiapan data governance (readiness of governance data), Kesiapan core systems dan sistem penunjang (readiness of core system and support system), Kesiapan arsitektur data dan sistem informasi (readiness of architecture data and information system). Pada pelatihan ini juga diadakan sesi tanya jawab antara peserta dengan fasilitator atas permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi perusahaan asuransi dalam mempersiapkan pembuatan analisis kesenjangan untuk implementasi PSAK 74 (IFRS 17).

Pelatihan gap analysis yang diselenggarakan oleh AAUI ini juga didukung oleh PT Reasuransi Nasional Indonesia, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk, PT Reasuransi Maipark Indonesia, dan PT Tugu Reasuransi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *