Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Batam Gelar Kegiatan Penutupan Rangkaian Insurance Day 2021 Secara Hybrid di Aston Hotel and Residence Batam.

 

BATAM, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Cabang Batam melaksanakan kegiatan penutupan rangkaian Insurance Day 2021, Sabtu (20/11). Acara ini diselenggarakan secara hybrid dengan menerapkan protokol kesehatan di Aston Hotel and Residence Batam, Kepulauan Riau.

Acara yang berlangsung pada pukul 11.00 ini dihadiri perusahaan asuransi umum yang merupakan anggota dari AAUI. Tak hanya itu, pada acara puncak Insurance Day 2021 ini juga turut hadir perwakilan dari Bank Indonesia Kepulauan Riau dan Otoritas Jasa Keuangan Kepulauan Riau. 

Saat acara berlangsung, Ketua AAUI Batam, Sugeng Priadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh  tamu undangan yang telah datang menghadiri acara Insurance Day 2021 ini  meski di tengah pandemi Covid-19. 

“Saat ini kita masih menghadapi pandemi Covid-19. Jadi apa yang harus kita siapkan kedepannya? Dari talk show ini kita dapat informasi, langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan untuk menjalani tahun 2022,” ucap Sugeng dalam acara Insurance Day 2021 di Aston Hotel and Residence Batam.

Kendati begitu, Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan acara talkshow bersama Kepala OJK Kepulauan Riau Rony Uktura Barus, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Musni Hardi K. Atmaja dan Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Hastanto Sri Margi Widodo selaku narasumber dan pemateri pada acara talkshow pada Insurance Day 2021.

 Saat talkshow berlangsung, Hastanto berharap kedepannya industri asuransi umum akan mengalami perubahan besar. Ia juga menyampaikan regulasi-regulasi terkait industri asuransi umum kedepannya.

“Perubahan ini benar-benar akan kita jalani di 2025. Kita lihat di 31 Desember 2024, apa yang kita kenal sebagai pendapatan premi kemudian tagihan premium, cicilan premi, dan sebagainya itu akan hilang,” ucap Hastanto.

 Ia melanjutkan, per 1 Januari 2025 pendapatan premi itu sudah tidak ada lagi sesuai pada PSAK 74 yang akan mulai berlaku. Artinya, perusahaan asuransi tidak boleh mengakui pendapatan premi sebagai pendapatan perusahaan.

 “Perusahaan asuransi kedepannya operasionalnya akan mirip seperti bank. Bank tidak mengakui uang-uang yang ditukarkan perusahaan ke bank tersebut sebagai pendapatan. Jadi kalau ada orang ambil uang di ATM bank tidak tulis itu pengeluaran. Asuransi saat ini masih mencatat uang yang kita terima dari nasabah sebagai premi pendapatan,” jelasnya.

Pihak asuransi nantinya di tahun 2025 mulai beroperasi seperti bank, akan ada insurance contractual service margin atau pendapatan hasil operasi asuransi.

“Dengan berlakunya ini tentu akan membuat asuransi kedepannya menjadi sehat. Kalau kita jual polis asuransi kita harus persiapkan klaim-klaim yang terjadi,” sebutnya.

Ini adalah perubahan yang sangat mendasar yang akan terjadi pada industri asuransi, dan sudah mulai dipersiapkan. AAUI sudah melakukan training persiapan gap analisis, dan membandingkan kondisi-kondisi ke arah 2025 serta apa yang harus dilakukan untuk menghadapi perubahan tersebut.

“Kurang lebih 300 orang yang ikut training gap analisis yang diselenggarakan AAUI ini. Ini bertujuan agar perusahaan asuransi dapat mempersiapkan analisis kesenjangan dalam implementasi PSAK 74,” ungkapnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *