4 Fokus OJK Reformasi IKNB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera menyelesaikan reformasi pengaturan dan pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Reformasi ini dilakukan dengan pembenahan pada manajemen risiko, tata kelola serta perbaikan sistem pelaporan kinerja investasi yang lebih komprehensif.

Adapun empat Reformasi IKNB yang akan segera dilakukan OJK adalah sebagai berikut:

Pertama, reformasi pengaturan dan pengawasan, meliputi peningkatan aspek kehati-hatian, peningkatan tata kelola dan manajemen risiko serta, peningkatan efektifitas pengawasan berbasis risiko.

Salah satu kegiatan yang dilakukan OJK pada pada tahun ini antara lain OJK membentuk Departemen Pengawasan Khusus untuk menangani lembaga keuangan non bank yang memerlukan perhatian khusus agar lebih fokus dan tidak mengganggu aktivitas pengawasan lain.

Kedua, reformasi institusional IKNB yang mencakup reformasi kebijakan entry policy, penetapan status pengawasan, dan exit policy. Disebutkan, pola pengawasan IKNB akan ditingkatkan integrasinya dan disetarakan dengan pengawasan perbankan sehingga terdapat harmonisasi dalam standar pengaturan dan pengawasan di seluruh sektor jasa keuangan guna mempersempit regulatory & supervisory gap antar sektor jasa keuangan.

Ketiga, reformasi infrastruktur IKNB yang difokuskan pada pengembangan sistem informasi pengawasan IKNB dan pelaporan kepada OJK serta, penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan organisasi. OJK memandang, sistem pelaporan yang lengkap, akurat dan timely dibutuhkan untuk mendukung pengawasan yang efektif.

Keempat, Penyiapan RUU Program Penjaminan Polis. Hanya saja, program Penjaminan Polis baru akan diaktivasi saat reformasi IKNB telah selesai untuk menghindari moral hazard.

Reformasi IKNB membutuhkan sinergitas antara otoritas, pemerintah, industri jasa keuangan, akademisi dan masyarakat, termasuk dukungan technical advisor World Bank.

Leave A Comment