PRESS RELEASE TERKAIT TSUNAMI BANTEN DAN LAMPUNG

Seperti yang kita ketahui Tsunami mengantam pesisir Barat Banten dan Selatan Lampung pada 22 Desember 2018 yang lalu tidak hanya merusak banyak bangunan dan infrastruktur saja, namun juga merenggut banyak korban jiwa. Terkait dengan peristiwa tersebut, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyampaikan beberapa hal:

1. AAUI beserta seluruh perusahaan asuransi umum dan perusahaan reasuransi menyampaikan duka cita yang mendalam kepada masyarakat yang terkena musibah Tsunami tersebut. Doa kami semoga musibah tersebut segera berlalu, dan dampak kerugian fisik maupun non-fisik yang ditimbulkan dapat teratasi dengan baik.

2. Berdasarkan Polis Asuransi Standar Gempa Bumi Indonesia (PSAGBI), asuransi gempa bumi adalah asuransi yang menjamin kerugian atau kerusakan harta benda dan/atau kepentingan yang dipertanggungkan secara langsung disebabkan oleh bahaya gempa bumi, letusan gunung berapi, kebakaran dan ledakan yang mengikuti terjadinya gempa bumi dan/atau letusan gunung berapi, dan tsunami.

3. Kepada Perusahaan Asuransi Umum yang menerbitkan Polis Asuransi Standar Gempa Bumi Indonesia agar segera melakukan langkah-langkah proses penanganan klaim sesuai dengan liability penanggung. Sampai saat ini nilai kerugian masih menunggu laporan klaim dari semua perusahaan asuransi, dimana angkanya masih belum final dan akan terus berkembang dikarenakan proses identifikasi dan verifikasi masih dalam proses.

4. Berdasarkan database exposure risiko yang tercatat melalui sesi risiko gempa di PT Reasuransi MAIPARK Indonesia, total exposure asuransi nasional yang berlokasi di provinsi Banten dan Lampung sebesar Rp 307 triliun yang terdiri dari 17.843 risiko. Adapun rincian untuk total exposure yang terdampak tsunami di Banten dan Lampung adalah sebagai berikut:

Dari total exposure tersebut, paling tidak ada sekitar 191 risiko senilai Rp 15,9 triliun yang berlokasi di bibir pantai. Risiko yang berada di daerah pantai inilah yang kemungkinan terdampak tsunami pada 22 Desember 2018 lalu. Pada zonasi asuransi gempa bumi Indonesia terbaru yang diberlakukan sejak Januari tahun 2017, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran masuk zona gempa bumi IV sedangkan Tenggamus masuk ke zona gempa bumi tertinggi yaitu zona V (lima).

5. AAUI mendorong perusahaan asuransi umum anggota AAUI untuk menginventarisir dampak tsunami berupa kerugian per lini bisnis asuransi. Dengan kondisi lapangan yang masih kurang kondusif, memang dibutuhkan waktu untuk memproses dan menghitung potensi klaim. Untuk memudahkan koordinasi penanganan klaim, perusahaan asuransi juga diharapkan segera melakukan proses penanganan klaim secara profesional dan jika perlu menyediakan call center dan posko penanganan klaim dan melakukan jemput bola agar meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah. AAUI menghimbau kepada Tertanggung yang memiliki polis asuransi gempa bumi dan mengalami kerugian akibat risiko gempa bumi dapat segera melaporkan kerugian tersebut kepada perusahaan asuransi penerbit polis.

6. AAUI beserta seluruh perusahaan asuransi umum dan perusahaan reasuransi menyatakan bentuk empati terhadap kejadian tsunami tersebut aksi sosial bantuan donasi yang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak tsunami. AAUI saat ini masih melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait penyaluran bantuan dan mempertimbangkan kondisi lapangan saat ini.

Leave A Comment