Press Release: Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Bagi Perusahaan Perasuransian

Sehubungan dengan surat OJK nomor S-11/D.05/2020 tanggal 30 Maret 2020 perihal Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Bagi Perusahaan Perasuransian, maka Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI)  menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

  1. AAUI menyambut positif atas dikeluarkannya kebijakan tersebut, termasuk kebijakan lain yang telah dikeluarkan oleh OJK sebagai bagian dari penguatan industri jasa keuangan dalam menghadapi dampak penyebaran covid-19 saat ini dan kedepan, dan industri asuransi masih mendapatkan kesempatan untuk tetap survive dan memberikan kontribusi bagi perekonomian Negara.
  2. Relaksasi pembatasan pada Asset Yang Diperkenankan dalam bentuk bukan investasi pada tagihan premi penutupan langsung termasuk tagihan premi koasuransi, tagihan premi reasuransi diperpanjang dari 2 bulan menjadi 4 bulan sejak tanggal jatuh tempo pembayaran dalam polis dimaksudkan agar piutang premi tersebut masuk dalam perhitungan Asset Yang Diperkenankan dan menjaga tingkat solvabilitas perusahaan asuransi. Hal tersebut merupakan ranah regulasi OJK terhadap perusahaan asuransi /reasuransi dan tidak terkait dengan Tertanggung / Pemegang Polis.
  3. Relaksasi tersebut dimaksudkan untuk mengantisipasi potensi keterlambatan pembayaran premi asuransi dari Tertanggung yang terkena dampak penyebaran covid-19. Sebelumnya AAUI telah menyampaikan himbauan kepada perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi anggota AAUI, khususnya yang melekatkan klausula pemutusan pertaggungan otomatis dalam polis, untuk memberikan kelonggaran perpanjangan periode pembayaran premi asuransi dan premi reasuransi. Hal tersebut dimaksudkan sebagai mitigasi potensi pembatalan polis asuransi otomatis secara hukum yang dapat merugikan Tertanggung dan dispute saat terjadi klaim.
  4. Agar kewajiban Tertanggung / Pemegang Polis terhadap pembayaran premi asuransi tidak mempengaruhi pembayaran klaim yang merupakan kewajiban perusahaan asuransi, maka Tertanggung / Pemegang Polis dihimbau menghubungi perusahaan asuransi penerbit polis terkait kontrak asuransi yang telah disepakati.
  5. AAUI telah menghimbau perusahaan asuransi agar melakukan komunikasi kepada Tertanggung / Pemegang Polis dengan mengidentifikasi tertanggung berdasarkan kebutuhannya dan tetap mengacu kepada kondisi kontrak asuransi. Mengingat bahwa jatuh tempo yang ada juga terkait dengan kewajiban perusahaan asuransi kepada penanggung ulangnya, maka hal yang sama juga dilakukan kepada Reasuradur atas polis asuransi yang bersangkutan.

 

Leave A Comment