Pendapatan Premi Asuransi Umum Turun 6,1% di Kuartal II 2020

Pendapatan Asuransi Umum Triwulan II – 2020 tercatat sebesar 37,6 Trilyun Rupiah,  hasil ini mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar -6,1%  dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019  sebesar 40 Triliun Rupiah.  Sebagian besar lini bisnis mencatatkan pertumbuhan negatif pada Kuartal 2 tahun 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya antara lain Asuransi Property, Kendaraan bermotor, Pengangkutan, penerbangan, penjaminan dan aneka. Sedangkan lini usaha selain diatas masih mencatat pertumbuhan positif.

Sementara itu klaim pada kuartal 2 tahun 2020 tercatat sebesar 17 Trilyun Rupiah, dibandingkan kuartal 2 tahun 2019 yang tercatat sebesar 16.3 Trilyun Rupiah mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,7%. Penurunan klaim terjadi pada lini usaha asuransi Penerbangan, Energi, Tanggung Gugat, surety dan aneka. Sedangkan sisanya mencatatkan peningkatan klaim dibanding kuartal 2 tahun 2020. Rasio klaim kuartal 2 Tahun 2020 tercatat sebesar 45,3% dibanding rasio klaim kuartal 2 tahun 2019 sebesar 41%, meningkat sebesar 4,3%.

Pangsa Pasar terbesar  masih didominasi oleh lini bisnis Kendaraan Bermotor dan Harta Benda  dengan proporsi sebesar 45,9%, turun sebesar 3,9% dibandingkan dengan periode yang sama di 2019. Penurunan terjadi di pangsa pasar asuransi harta benda dan kendaraan bermotor. Posisi ke tiga dicapai oleh lini bisnis Asuransi Kredit dengan proporsi sebesar  15,4% dan asuransi kecelakaan diri & kesehatan sebesar 11,4%.

Asuransi Harta Benda tercatat mengalami pertumbuhan negatif sebesar -11,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  Pada triwulan II-2020, Indeks Pasokan Properti Komersial periode triwulan menunjukkan perlambatan. Pertumbuhan Indeks Pasokan Properti Komersial tercatat sebesar 0,01% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan 0,04% (yoy) pada triwulan sebelumnya dan 3,26% (yoy) pada triwulan yang sama tahun lalu. Perlambatan pasokan terjadi baik pada kategori sewa maupun jual. Pada kategori sewa, penurunan terjadi utamanya pada segmen hotel dan ritel sewa yang disebabkan penerapan beragam pembatasan aktivitas akibat pandemi COVID-19, sehingga berdampak pada penutupan sementara beberapa hotel karena tingginya biaya operasional. Selain itu, penurunan pasokan juga terjadi pada ritel, akibat penutupan sementara sejumlah pusat ritel di beberapa daerah seiring penerapan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Penutupan tersebut menyebabkan tenant tidak memperpanjang atau memutus kontrak sewanya. Sementara pada kategori jual, perlambatan pasokan terjadi pada segmen perkantoran jual/strata dan lahan industri.

Sementara itu, Asuransi Kendaraan Bermotor juga mengalami pertumbuhan negatif sebesar  -16%  dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  Hal ini sejalan dengan menurunnya penjualan kendaraan bermotor di kuartal 2 tahun 2020. Produksi mobil pada Triwulan II-2020 mencapai 41.520 unit, atau turun sebesar 87,34persen (q-to-q) dan turun sebesar 85,02 persen (y-on-y), sedangkan penjualan mobil secara wholesale (penjualan sampai tingkat dealer) pada TriwulanII – 2020 mencapai 24.042 unit, atau turun sebesar 89,85 persen (q-to-q) dan turun sebesar 89,44 persen (y-on-y). Penjualan sepeda motor secara wholesale pada Triwulan II-2020 mencapai 313.625 unit, atau turun sebesar 80,06 persen (q-to-q) dan turun sebesar 79,70 persen (y-on-y).

 

Diposisi ketiga ada Asuransi Kredit Asuransi Kredit pada semester 1 tahun 2019 mencatatkan pertumbuhan negatif dibanding tahun lalu sebesar -6.1%. Beberapa hal yang terkait melihat pada data makro kredit:

  • Survei Perbankan Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan triwulanan (qtq) kredit baru pada triwulan II-2020 menurun dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar -33,9%, turun dari 23,7% pada triwulan sebelumnya, dan 78,3% pada triwulan II-2019.
  • Penurunan pertumbuhan kredit baru terjadi pada seluruh jenis kredit, dengan penurunan terdalam pada jenis kredit investasi yang terindikasi dari penurunan SBT dari 15,1% pada triwulan sebelumnya menjadi -75,1%.

Kesimpulan:

Premi Bruto Asuransi Umum pada kuartal 2 tahun 2020 mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar 6,1%. Sebagian besar lini bisnis mencatatkan pertumbuhan negatif pada Kuartal 2 tahun 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya antara lain Asuransi Property, Kendaraan bermotor, Pengangkutan, penerbangan, energi off shore, asuransi kredit, penjaminan dan aneka. Sedangkan lini usaha selain diatas masih mencatat pertumbuhan positif. Pertumbuhan negatif Premi Bruto kuartal 2 tahun 2020 yang terbesar dalam nominal dibukukan pada lini usaha asuransi Kendaraan Bermotor dan Property bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan negatif premi asuransi kendaraan bermotor di kuartal 2 tahun 2020 ini sesuai dengan data GAIKINDO terkait turunnya penjualan kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4. Pangsa pasar premi asuransi umum masih didominasi oleh 2 lini usaha terbesar yaitu asuransi Property dan Asuransi Kendaraan bermotor dengan total kontribusi 45,9% .Klaim Bruto asuransi umum pada kuartal 2 tahun 2020 ini mencatatkan peningkatan sebesar 3,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Rasio klaim dibayar terhadap premi selama kuartal 2 tahun 2020 meningkat 4,3% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 45,3%. Reasuransi Indonesia mengalami pertumbuhan positif di kuartal 2 tahun 2020 sebesar 23,8%. Sementara Klaim Reasuransi kuartal 2 tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 73,4%.

 

Leave A Comment