OJK Siapkan Aturan, Asuransi Umum Segera Diizinkan Jual Unit-Linked

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK sedang menyiapkan regulasi terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi atau PAYDI, yang dikenal sebagai unit-linked. Regulasi itu diperkirakan membuat industri asuransi umum dapat menjual unit-linked pada tahun depan.

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Hastanto Sri Margi Widodo menjelaskan bahwa pihaknya turut dilibatkan dalam pembahasan Rancangan Surat Edaran OJK (RSEOJK) tentang produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked. Kedua pihak telah melakukan rapat dengar pendapat.

Menurut Widodo, saat draft itu resmi menjadi SEOJK maka perusahaan asuransi umum bisa memasarkan unit-linked, yang selama ini unit-linked hanya dijual oleh perusahaan asuransi jiwa. Namun, terdapat sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi oleh perusahaan asuransi umum untuk menjual PAYDI.

Dia menjabarkan bahwa produk unit-linked harus memiliki masa pertanggungan minimum 5 tahun. Hal tersebut membuat tidak semua produk asuransi umum bisa dibentuk menjadi unit-linked, karena sejumlah produk pada umumnya memiliki masa kontrak tahunan.

Sementara itu Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe menjelaskan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang membahas Rancangan Surat Edaran OJK (RSEOJK) terkait unit-linked yang turut melibatkan asosiasi. Pembahasan itu telah melewati tahap rapat dengar pendapat.

Menurut Dody, otoritas mendefinisikan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked sebagai produk asuransi yang paling sedikit memberikan perlindungan terhadap risiko kematian dan manfaat yang mengacu kepada hasil investasi dari kumpulan dana khusus. Dana itu bisa dinyatakan dalam bentuk unit maupun nonunit.

Dia menjabarkan bahwa jika SEOJK unit-linked terbit maka industri asuransi umum pun akan memperoleh izin untuk memasarkan produk tersebut. Selain itu, beleid itu akan membawa petunjuk teknis bagi perusahaan asuransi kerugian dalam memasarkan PAYDI.

Menurut Dody, AAUI menyampaikan sejumlah aspirasi dari anggota-anggotanya kepada otoritas terkait aturan tersebut. Setidaknya terdapat empat manfaat dari izin penjualan unit-linked oleh industri asuransi umum.

Pertama yakni akan tersedianya alternatif produk asuransi yang tidak lagi ‘bersaing’ dengan masalah komisi yang tidak sehat. Menurut Dody, hal tersebut masih kerap terjadi di industri asuransi kerugian dan dapat berkurang seiring adanya pengembangan produk baru.

Kedua, AAUI meyakini akan terdapat perbaikan portofolio risiko dengan peningkatan volume risiko-risiko kecil berjangka panjang. Dody menilai bahwa hal tersebut akan mendorong penetrasi pasar yang lebih dalam, sehingga berdampak positif bagi kinerja asuransi.

Ketiga, pemasaran unit-linked membuka kesempatan industri asuransi umum untuk mendayagunakan teknologi informasi dengan lebih besar. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk menekan biaya pelayanan sehingga diharapkan dapat membantu peningkatan laba industri.

Keempat, adanya persiapan yang lebih baik dalam menghadapi penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan [PSAK] 74 atau IFRS 17,” ujar Dody.

Dalam salinan RSEOJK yang diperoleh Bisnis, Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi menjelaskan bahwa otoritas akan mengatur penjualan PAYDI dengan lebih baik melalui regulasi tersebut.

“Perusahaan yang memasarkan PAYDI hars memenuhi ketentuan permodalan paling sedikit Rp250 miliar untuk perusahaan asuransi, dan paling sedikit Rp150 miliar untuk perusahaan asuransi syariah atau unit syariah pada perusahaan asuransi,” tulis Riswinandi dalam draft SEOJK yang diperoleh Bisnis.

SEOJK itu akan menjadi pedoman dan ‘pagar’ bagi industri asuransi dalam memasarkan unit-linked. Produk tersebut telah menjadi portofolio utama di industri asuransi jiwa, yakni mencakup 63,1 persen dari keseluruhan polis pada 2019, dan nantinya akan bertambah di industri asuransi umum.

Sumber berita: https://finansial.bisnis.com/read/20201014/215/1304904/asuransi-umum-bakal-diizinkan-jual-unit-linked-ini-dampaknya-ke-bisnis

https://finansial.bisnis.com/read/20201013/215/1304560/asuransi-umum-segera-diizinkan-jual-unit-linked-produk-apa-saja

Leave A Comment