OJK Berikan Relaksasi Penyampaian Laporan bagi LJKNB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kelonggaran atau relaksasi batas waktu penyampaian laporan keuangan pada lembaga jasa keuangan non bank atau LJKNB. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai upaya meminimalisir dampak akibat pandemi virus corona yang mengganggu jalannya bisnis industri Jasa Keuangan Non Bank.

Kebijakan ini tercantum dalam surat OJK dengan nomor surat S-7/D.05/2020 yang ditandatangani Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Riswinandi.

Berdasarkan surat tersebut, perusahaan-perusahaan LJKNB diberikan kelonggaran batas waktu penyamapian laporan mulai dari 14 hari kerja hingga dua bulan dari batas waktu berakhirnya kewajiban penyampaian laporan.

Adapun, sektor-sektor bisnis yang mendapatkan relaksasi tersebut yakni asuransi umum, asuransi jiwa, dan reasuransi, baik konvensional maupun syariah. Lalu, sektor pialang asuransi dan pialang reasuransi pun akan mendapatkan relaksasi. Sektor dana pensiun, perusahaan pembiayaan konvensional dan syariah, modal ventura konvensional dan syariah, pembiayaan infrastruktur, pergadaian, lembaga penjamin, serta lembaga pembiayaan ekspor Indonesia pun akan mendapatkan relaksasi.

Informasi relaksasi turut disampaikan OJK kepada para asosiasi industri, seperti Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI), Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (Apparindo), Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI), dan Asosiasi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK), serta asosiasi lainnya.

Leave A Comment