Outlook 2017

Posted in News

Bisnis Asuransi Umum Diharapkan Bisa Naik 7%

Meski minim, premi industri asuransi umum hingga kuartal ketiga tahun ini mulai menunjukan peningkatan. Di kuartal keempat ini, tren tersebut diyakini bakal makin membaik. Industri asuransi umum mulai mencatatkan perbaikan kinerja di kuartal ketiga kemarin. Meski pertumbuhan premi yang didapat masih terbilang mini. Namun hal ini lebih baik ketimbang bulan-bulan sebelumnya dimana pertumbuhan premi asuransi umum selalu tercatat minus

Dikutip dari Bisnis.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sampai bulan September kemarin pelaku usaha asuransi umum mengantongi premi bruto sebesar Rp 39,04 triliun. Angka ini hanya naik di kisaran 1,14% dari capaian pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 38,6 triliun.

Namun, sampai tutup tahun 2017 nanti, Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna optimis premi yang masuk ke kantong asuransi umum bisa jauh lebih baik lagi. "Kami masih optimis pertumbuhan premi sepanjang tahun ini bisa mencap­ai 6% sampai 7%," ujarnya, Senin (30/10/2017).

Setidaknya ada beberapa alasan yang mendorong optimismenya. Secara tradisi, bisnis di tiga bulan terakhir tiap tahun memang biasanya akan berjalan dengan lebih cepat. Di antaranya karena pada momen ini biasanya diisi oleh renewal premi yang didapat oleh para nasabah. Selain itu beberapa bisnis yang sempat tertunda disebutnya akan diselesaikan pada kuartal keempat ta­hun ini. Hal ini jadi amunisi bagi pelaku usaha untuk menamb­ah pundi-pundi premi­nya.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna menilai tahun ini memang cukup menantang bagi pelaku usaha di sektor ini. Diantaranya karena faktor pertumbuhan ekonomi makro yang belum bisa terlampau tinggi.

Selain itu, beberapa lini bisnis unggulan seperti asuransi properti sempat mengalami kelesuan. Diantaranya disebabkan beberapa akun besar menunda mencatatkan premi di paruh pertama tahun ini karena sejumlah alasan.

Nah memasuki akhir triwulan ketiga ini, ia menilai sejumlah akun besar besar tersebut mulai mencatatkan premi asuransi properti. "Memang sebelumnya sudah diperkirakan akan bergeser ke semester kedua ini," kata dia, Senin (30/10).

Hal ini tentunya turut berdampak positif bagi perkembangan bisnis asuransi umum secara keseluruhan. Di samping itu, sejumlah lini bisnis lain dinilai masih bisa melanjutkan tren positif seperti sebelumnya semisal asuransi marine cargo, asuransi aneka, dan asuransi kesehatan. Diantaranya didorong oleh makin agresifnya pelaku usaha melakukan diversfikasi bisnis.

Sebagai catatan, hin­gga akhir 2016 regulator mencatat premi bruto yang didapat pelaku usaha asuransi umum mencapai Rp 53,25 triliun. Bila proyeksi tersebut terealisasi, maka capaian premi di ujung tahun nanti bisa berada di kisaran Rp 56,5 triliun.