Ground Breaking P3I

Posted in News

Acara Groundbreaking Pusat Pelatihan Perasuransian Indonesia (P3I) dan Emisi Saham P3I

 

Disadur dari bisnis.com 27 Mei 2017 — Pada tanggal 26 Mei 2017 telah diadakan acara Groundbreaking Pusat Pelatihan Perasuransian Indonesia (P3I) yang bertempat di Bukit Sentul, (di belakang Jungle Land), Bogor, Jawa Barat. Pusat pelatihan ini pada dasarnya merupakan respon terhadap masih bervariasinya standar SDM di perusahaan-perusahan serta masih kurangnya standar SDM tersebut bila dibandingkan dengan sektor jasa keuangan lain.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Firdaus Djaelani mengatakan bahwa pengembangan mutu sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu pekerjaan rumah bagi pemangku kepentingan di sektor asuransi agar kinerja industri bisa melesat.

 

Otoritas Jasa Keuangan meminta seluruh perusahaan asuransi untuk menyerap saham baru yang diterbitkan PT Pusat Pelatihan Perasuransian Indonesia (P3I) dengan nilai total mencapai Rp300 miliar. Oleh karena itu, dia menegaskan seluruh perusahaan asuransi harus terlibat dalam pengembangan fasilitas tersebut.

“OJK sudah berkomitmen sehingga kami akan dorong terus keterlibatan asuransi. Saya akan tagih,” ujarnya di sela-sela groundbreaking pusat pelatihan asuransi Indonesia di Bogor, Jawa Barat pada Jumat (26/5).

Di samping itu, dia mengatakan ke depan OJK akan mewajibkan seluruh SDM yang baru direkrut perusahaan asuransi untuk mengikuti pelatihan di fasilitas tersebut. Para tenaga ahli khusus, seperti underwriter dan aktuaris, dalam setiap jenjang karirnya akan wajib mengikuti pelatihan khusus.

“OJK akan menetapkan peraturan itu. Nanti, setiap level harus punya sertifikasi dan juga standar kualifikasi yang diinginkan untuk setiap keahlian,” ungkapnya.

Direktur Utama Pusat Pelatihan Perasuransian Indonesia Yasril Y Rasyid mengatakan pihaknya segera merealisasikan emisi saham baru itu setelah melakukan groundbreaking. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan impian lama dari para pemangku kepentingan di sektor asuransi.

Menurutnya, pusat pelatihan itu diproyeksikan sudah mulai dimanfaatkan pada akhir 2018.