Himbauan Penggunaaan Tanda Tangan Elektronik untuk Polis Koasuransi

Ditengah kondisi penyebaran dan penularan virus COVID-19 terus memburuk, sejalan dengan hal tersebut telah ditetapkan Pembatasan Sosial Berskala
Besar (PSBB) dan dikeluarkannya Keputusan Presiden nomor 12 tahun 2020 tentang penetapan COVID- 19 sebagai bencana nasional. AAUI menghimbau kepada Anggotanya untuk dapat menggunakan tanda tangan elektornik untuk Polis Koasuransi, hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran AAUI Nomor 46/AAUI/2020 bertanggal 14 April 2020 yang disampaikan ke seluruh anggotanya.

Mengacu kepada pasal 5 Undang-Undang 11 tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik terkait sahnya dokumen elektronik dan hasil cetaknya sebagai alat bukti hukum yang sah, maka melalui surat ini, AAUI menghimbau kepada seluruh anggota untuk sedapat mungkin menghidari penandatanganan fisik/Wet-Signature secara bersama-sama untuk polis koasuransi sebagaimana praktek yang ada selama ini. Bagi para anggota yang telah memiliki infrastruktur tanda-tangan elektronik dalam
penerbitan polis diharapkan agar dapat menerapkannya, selama memungkinkan, dalam proses penanda-tanganan bersama polis koasuransi tersebut.

Agar dapat dipahami bahwa yang dimaksud sebagai tanda tangan elektronik diatas bukanlah dalam bentuk hasil scanning tanda tangan yang dicetak, akan tetapi sesuai dengan hal-hal yang tercantum dalam Undang-Undang 11 tahun 2008 pasal 1 ayat 11 dan 12 yang bunyinya adalah sebagai berikut:

12. Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas Informasi Elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan Informasi Elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi dan autentikasi.
13. Penanda Tangan adalah subjek hukum yang terasosiasikan atau terkait dengan Tanda Tangan
Elektronik.

Dan juga memenuhi persyaratan sahnya sebuah tanda-tangan elektronik seperti dipersyaratkan dalam
Pasal 11 ayat 1 sebagai berikut :

Pasal 11
(1) Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik terkait hanya kepada Penanda Tangan;
b. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik pada saat proses penandatanganan elektronik
hanya berada dalam kuasa Penanda Tangan;
c. segala perubahan terhadap Tanda Tangan Elektronik yang terjadi setelah waktu
penandatanganan dapat diketahui;
d. segala perubahan terhadap Informasi Elektronik yang terkait dengan Tanda Tangan
Elektronik tersebut setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;
e. terdapat cara tertentu yang dipakai untuk mengidentifikasi siapa Penandatangannya; dan
f. terdapat cara tertentu untuk menunjukkan bahwa Penanda Tangan telah memberikan persetujuan terhadap Informasi Elektronik yang terkait.

Penyediaan infrastruktur online untuk penanda-tanganan polis koasuransi secara elektronik telah menjadi program strategis AAUI yang akan segera dikerjakan. Sementara menunggu penyelesaian pembangunan infrastruktur tersebut untuk semua anggota AAUI, maka dihimbau agar anggota AAUI dapat menggunakan layanan electronic signature yang ada saat ini untuk penanda tanganan polis koasuransi yang ada.

Leave A Comment