AAUI: Perusahaan Asuransi Perlu Bertransformasi Digital

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan saat ini industri asuransi masih berada dalam kondisi keuangan yang sehat. Hal itu tercermin dari tingkat Risk Based Capital (RBC) industri asuransi jiwa yang menyentuh 502 persen dan industri asuransi umum sebesar 330 persen.
 
Namun, Direktur Eksekutif AAUI Dody A.S. Dalimunthe mengatakan jika tidak diantisipasi dengan tepat akan dapat berdampak pada kinerja perusahaan yang semakin menurun. “Transformasi digital perlu diterapkan oleh perusahaan asuransi untuk dapat bergerak lebih cepat dan efisien,” katanya, dalam keterangan resminya, Sabtu, 7 November 2020.
 
Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyatakan transformasi digital merupakan salah satu kunci dalam menghadapi era saat ini. Selain itu, pemerintah sebagai regulator juga perlu merumuskan guideline mitigasi penyelenggaraan layanan elektronik dan perlu berkoordinasi dengan pelaku industri agar guideline yang dihasilkan dapat sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Direktur Manajemen Risiko dan TI Jasa Raharja M Wahyu Wibowo mengatakan pandemi yang terjadi sekarang bukan hal yang pertama kali terjadi, sehingga untuk perusahaan yang bergerak di bidang keuangan khususnya perasuransian sudah memperhitungkan risiko tersebut. Salah satu yang perlu diperhitungkan adalah penggunaan teknologi.
 
“Kita sudah mempersiapkan antisipasi atas kemungkinan yang kurang mendukung keberhasilan perusahaan dengan melakukan transformasi dan inovasi guna memperkecil terjadinya risiko tersebut antara lain mempermudah proses pengutipan pendapatan berbasis teknologi,” tuturnya.
 
Demikian juga, lanjutnya, dalam berinvestasi pada portofolio investasi yang terjamin keamanannya dan memberi hasil relatif baik. Dalam proses penyerahan santunan juga dilaksanakan dengan berbasis teknologi informasi dan berkolaborasi dengan mitra terkait sehingga mempermudah, mempercepat, dan lebih akurat.
 
“Semua ini dilaksanakan dengan tetap menjaga Governance, Risk, & Compliance (GRC) dan menerapkan nilai akhlak dari pimpinan tertinggi hingga pelaksana di lapangan. Sehingga diharapkan citra industri keuangan khususnya asuransi dan penjaminan dapat meningkatkan kepercayaan publik yang akan membantu percepatan pemulihan ekonomi Indonesia,” pungkasnya.

Sumber berita: Medcom.id (https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/akWLwzqK-aaui-perusahaan-asuransi-perlu-bertransformasi-digital) 

Leave A Comment