AAUI Minta Perusahaan Waspadai Lonjakan Klaim Asuransi Kredit

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) meminta perusahaan asuransi mewaspadai lonjakan klaim asuransi kredit di masa pandemi virus corona (Covid-19). Apalagi, relaksasi pembayaran kredit yang diberikan pemerintah, akan memperpanjang masa pertanggungan asuransi.

“AAUI saat ini menghimbau perusahaan asuransi penerbit asuransi kredit untuk mulai mewaspadai portofolio asuransi ini. Mengingat, potensi klaim ada hubungannya dengan kondisi pandemi Covid-19 meski ada relaksasi kredit,” kata Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimunthe, Rabu (18/11)

Hal ini seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat dan sektor usaha sehingga kemampuan membayar kredit turun. Akibatnya, risiko kredit yang ditanggung perusahaan asuransi juga semakin besar.

“Kondisi ini telah menjadi perhatian asosiasi sejak lini bisnis asuransi kredit menunjukkan sinyal perlambatan pada kuartal I 2020. Pada awal tahun ini mulai terdapat kenaikan klaim asuransi kredit sehingga perusahaan menjadi lebih berhati – hati, tapi tren diperparah kondisi pandemi,” tambahnya.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengingatkan atas lonjakan klaim asuransi kredit. Hingga September 2020 saja, klaim asuransi kredit meningkat hingga 50,9% secara year on year (yoy).

Asuransi Simas Insurtech juga mencatatkan kenaikan klaim asuransi kredit. Meski demikian, perusahaan masih bisa mengelola kenaikan klaim tersebut karena jumlah premi masih mencukupi.

“Jadi, kami belum perlu pencadangan khusus. Karena pencadangan kita lakukan jika sudah mencapai klaim rasio tertentu,” kata Direktur Simas Insurtech Teguh Aria Djana.

Sumber berita: Kontan.co.id

Leave A Comment